Pegiat Media Sosial, Ferry Irwandi, mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Di tengah aktivitasnya di Flores, Ferry menyoroti kondisi Kalimantan yang disebut tengah menghadapi kebakaran hutan dengan dampak mencapai lebih dari 28 ribu hektare lahan.

Ferry mengatakan, dirinya sempat memantau kondisi titik panas melalui data satelit NASA setelah melakukan survei di sejumlah wilayah Flores. Dari pemantauan tersebut, tercatat sebanyak 1.487 hotspot di Kalimantan.

Namun, Ferry mengingatkan bahwa angka hotspot tidak dapat secara langsung diartikan sebagai jumlah titik kebakaran.

Menurutnya, hotspot merupakan indikasi adanya titik dengan suhu permukaan yang relatif tinggi sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lapangan.

“Hotspot itu bukan berarti titik kebakaran ya, bukan berarti 1.487 kebakaran. Bisa jadi, tapi tidak berarti demikian karena itu titik suhu panas dan lain sebagainya,” ungkap Ferry, sebagaimana Olenka kutip dari Instagram pribadinya @irwandiferry, Jumat (21/8/2026).

Meski demikian, menurut Ferry, jumlah hotspot tersebut tetap menjadi gambaran mengenai seriusnya kondisi yang tengah terjadi di Kalimantan. Ia pun meminta perhatian dari berbagai pihak agar upaya penanganan kebakaran dan dampaknya dapat segera dilakukan.

“Cuma itu sudah jadi angka yang menggambarkan betapa buruknya kondisi di Kalimantan saat ini. Jadi kita minta untuk seluruh pihak, mohon atensinya untuk Pulau Kalimantan,” katanya.

Baca Juga: Ferry Irwandi Ungkap Alasan Anak Muda Sebaiknya Tak Asal Jadi Trader

Ferry menyebut, sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO) lokal telah dihubungi untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, tim Kitabisa yang berada di Kalimantan juga disebut telah bersiaga untuk membantu penanganan bencana.

Selain itu, Kitabisa telah membuka penggalangan dana bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Ferry pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi melalui kanal donasi tersebut.

“Kitabisa juga kemarin sudah buka link galang dana untuk teman-teman yang mau membantu saudara-saudara kita di Kalimantan,” terang Ferry.

Menurut Ferry, perhatian terhadap bencana lingkungan tidak seharusnya hanya tertuju pada Kalimantan. Ia juga menemukan adanya ratusan hotspot di sejumlah wilayah Sumatra ketika melakukan pemantauan melalui data satelit.

“Bukan cuma Kalimantan saja sih. Di Pulau Sumatra juga kemarin gue cek ada lebih dari 800 hotspot di beberapa titik,” tuturnya.

Ferry menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah wilayah Indonesia saat ini membutuhkan perhatian dan respons bersama.

Ia pun berharap, masyarakat maupun pihak-pihak terkait tidak mengabaikan bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Flores, Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lainnya.

“Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Semoga semua pihak punya atensi yang sama untuk menanggulangi apa yang terjadi di sini, di Flores, di Kalimantan dan beberapa daerah yang lain,” tandas Ferry.

Baca Juga: Janji Purbaya untuk Masyarakat NTT: Dari Bantuan hingga Anggaran Tambahan untuk Pulih dari Bencana