Federal Express Corporation (FedEx) memperkuat dukungannya kepada pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik dalam menghadapi pemberlakuan kewajiban electronic filing (e-filing) oleh U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC) yang akan mulai berlaku pada 8 Juli 2026. Berdasarkan ketentuan baru tersebut, seluruh importir di Amerika Serikat yang mengimpor produk yang berada dalam cakupan regulasi CPSC diwajibkan menyampaikan data kepatuhan secara elektronik pada saat proses pemasukan barang, yakni CPSC PGA Message Set secara lengkap.
Sebagai bagian dari upaya mempersiapkan para pelaku usaha dalam menghadapi perubahan tersebut, FedEx menyelenggarakan webinar edukasi di 12 pasar Asia Pasifik yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM) hingga perusahaan multinasional. Webinar ini memberikan panduan praktis mengenai cara mengidentifikasi produk yang berada dalam cakupan regulasi CPSC, menyiapkan data kepatuhan yang diperlukan, serta membangun proses kerja yang konsisten guna meminimalkan potensi hambatan dalam proses kepabeanan ketika aturan mulai diberlakukan.
Baca Juga: FedEx Tunjuk Salil Chari sebagai Presiden FedEx Kawasan Asia Pasifik
Hasil survei pasca-webinar menunjukkan bahwa meskipun kesadaran terhadap kewajiban CPSC e-filing terus meningkat, sebagian besar pelaku usaha di Asia Pasifik masih belum siap secara operasional. Hampir dua pertiga (64%) pelaku usaha di Asia Pasifik yang mengekspor produk konsumen ke Amerika Serikat mengaku belum siap menghadapi persyaratan baru tersebut:
- 28% telah memahami persyaratan yang berlaku, tetapi belum mengambil langkah untuk memenuhinya;
- 18% memperkirakan perubahan ini akan menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap pengiriman ke Amerika Serikat.
Sementara itu, 36% responden menyatakan telah memiliki tingkat kesiapan tertentu, tetapi hanya 15% yang mengaku telah siap sepenuhnya secara operasional. Pelaku usaha yang belum menyiapkan data keselamatan produk, dokumentasi elektronik, maupun referensi sertifikat sesuai persyaratan berisiko mengalami keterlambatan dalam proses kepabeanan, dikenai sanksi, atau bahkan ditolak saat memasukkan barang ke Amerika Serikat. Di sisi lain, proses pendaftaran ke CPSC Product Registry untuk memanfaatkan format message set yang lebih ringkas dapat memerlukan waktu hingga enam bulan.
"Perubahan regulasi dalam skala seperti ini dapat menambah kompleksitas bagi pelaku usaha yang menjalankan perdagangan lintas negara. Karena itu, fokus kami adalah membantu pelanggan memenuhi persyaratan baru dengan lebih mudah sehingga mereka dapat terus mengirimkan barang dengan lancar sekaligus memenuhi persyaratan baru dengan yakin," ujar Salil Chari, President, Asia Pacific, FedEx, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Dia melanjutkan, FedEx membantu pelanggan meminimalkan potensi gangguan sekaligus mendukung penyampaian data yang tepat waktu dan akurat. FedEx telah mengintegrasikan kapabilitas CPSC e-filing ke dalam platform pengirimannya guna mempermudah proses kepatuhan. Kapabilitas CPSC e-filing kini telah tersedia di berbagai kanal pengiriman digital FedEx, termasuk FedEx Ship Manager™ dan FedEx API. Solusi digital FedEx juga menyediakan panduan langkah demi langkah untuk membantu pelanggan menyampaikan data Certificate of Compliance sesuai persyaratan CPSC.
Tidak hanya itu, FedEx juga menghadirkan program dukungan proaktif bagi pelanggan yang mencakup:
- Pendampingan langsung serta panduan langkah demi langkah untuk membantu pelanggan mengidentifikasi produk yang berada dalam cakupan regulasi CPSC, menyiapkan data kepatuhan yang diperlukan, dan memulai proses pendaftaran;
- Akses ke spesialis trade compliance dan kepabeanan FedEx yang siap memberikan dukungan secara personal terkait persyaratan dokumentasi maupun proses kepabeanan; serta
- Informasi terbaru mengenai kebijakan kepabeanan dan persyaratan dokumentasi, termasuk lembar informasi layanan (service fact sheets) dan materi tutorial, yang tersedia pada halaman komoditas yang diatur oleh U.S. CPSC-regulated commodities.