"Aku suka lari karena bisa menjadi me time. Saat lari, aku bisa berbicara dengan diri sendiri dan menikmati waktu untuk diri sendiri. Biasanya, aku lari sendiri sambil dengar lagu, kadang sambil ngobrol sama diri sendiri,  atau dengar podcast. Itu memang benar-benar healing," tuturnya kepada awak media.

Febby mengaku mulai menjalani latihan lari secara lebih serius pada 2023 dengan bantuan pelatih dan program latihan yang terstruktur. Saat itu, ia mempersiapkan diri untuk mengikuti Tokyo Marathon yang menjadi marathon pertamanya.

"Saya mulai latihan lebih serius pada 2023. Mengikuti program latihan dan punya target tertentu. Marathon pertama saya adalah Tokyo Marathon," ungkapnya.

Pengalaman menyelesaikan Tokyo Marathon menjadi momen yang paling berkesan bagi Febby. Ia mengaku saat itu langsung jatuh cinta dengan olahraga lari dan mulai memasang target yang lebih besar.

Baca Juga: 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelari Pemula dan Cara Mengatasinya

"Setelah menyelesaikan Tokyo Marathon, i'm very very happy dan langsung berpikir bahwa saya harus ikut marathon berikutnya. Dari situ aku membuat target untuk menyelesaikan enam World Marathon Majors sebelum usia 30 tahun," katanya.

Selain pengalaman baru, marathon juga mengajarkannya banyak hal, terutama soal disiplin dan komitmen. "Pelajaran berharganya salah satunya mengatur waktu dan komitmen terhadap apa yang sudah dimulai. Kalau sudah masuk program marathon, ya harus komit sampai marathonnya selesai."

Kini, Febby tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Sydney Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Ia pun masih menjalani program latihan secara rutin, termasuk lari dan strength training.

"Kalau sekarang, latihan 10 kilometer sudah masuk kategori easy run. Biasanya saya lari pada Selasa, Rabu, dan Jumat, lalu di akhir pekan menjalani long run. Selain itu juga harus dikombinasikan dengan latihan kekuatan atau strength training," tutupnya.