PT Etos Kreatif Indonesia melalui Etawalin secara resmi mengumumkan Maia Estianty sebagai Brand Ambassador dalam rangka melanjutkan kampanye “Lebih Kuat Kejar Sehat” yang sudah berjalan sejak 2025. Strategi ini memperkuat komitmen Etawalin dalam menghadirkan solusi kesehatan alami melalui inovasi susu kambing etawa dengan formulasi bahan herbal yang bermanfaat untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian, serta sebagai pendamping gaya hidup aktif masyarakat produktif di Indonesia.
Andik Duana Putra, Direktur Operasi dan Komersial PT Etos Kreatif Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran Brand Ambassador memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kesehatan secara lebih relevan dan membumi kepada masyarakat.
Baca Juga: Lewat Strategi Pemasaran Digital, Etawalin Raih Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2024
“Brand Ambassador bagi Etawalin bukan sekadar wajah kampanye, melainkan representasi nilai dan perjalanan hidup yang sejalan dengan pesan brand. Maia Estianty merepresentasikan sosok perempuan yang diratukan, strong women (wanita kuat), dan tetap aktif serta produktif memasuki usia 50. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa usia emas (i) bukan fase melambat, melainkan fase pembuktian untuk lebih sadar menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot secara konsisten,” ujar Andik di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam kolaborasi ini, Maia Estianty diposisikan sebagai ikon perempuan kuat dengan persona “RATU SEJAGAT (SEndi terJAGA kuaT)”. Persona ini merepresentasikan perempuan Indonesia yang tetap kuat bergerak, tetap produktif, dan tetap kejar sehat di setiap fase kehidupan.
“Menjaga penampilan fisik saja tidak cukup, tapi juga menjaga kekuatan tubuh sebagai investasi aktivitas jangka panjang untuk mendukung gaya hidup sehat. Ketika tulang, sendi, dan otot terjaga, kita bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa hambatan akibat nyeri sendi atau pegal linu,” ungkap Maia.
Sementara itu, Lucky Hatreztyo, Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia, menegaskan bahwa Etawalin tumbuh sebagai bagian dari ekosistem Ethos, bukan sekadar sebuah produk.
“Ethos kami bangun sebagai ekosistem herbal yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani dan peternak lokal, UMKM, pabrik, hingga mitra distribusi. Etawalin kami hadirkan sebagai salah satu brand utama dalam ekosistem ini yang kami kembangkan secara berkelanjutan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya kualitas hidup,” jelas Lucky.
Ia juga menyoroti pengembangan line up produk Etawalin yang terus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. “Selain Etawalin original, kami juga menghadirkan varian lain dari Etawalin, seperti Etawalin Delicate untuk pilihan susu kambing rendah gula, Etawalin sachet untuk mendukung mobilitas tinggi, serta Etawalin Sereal sebagai solusi nutrisi harian. Seluruh lini ini kami hadirkan untuk mendampingi gaya hidup sehat masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya ketika keluhan muncul,” tambahnya.
Manfaat Kesehatan Susu Etawalin
Susu kambing Etawalin memanfaatkan susu kambing Etawa dan campuran lima bahan herbal lokal berkualitas (jahe, temulawak, kayu manis, sereh, dan daun salam). Formulasi tersebut diklaim aman dikonsumsi masyarakat untuk mengatasi masalah sendi dan tulang sekaligus menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.
dr. Nadia Bunga Anggraini, M.Si selaku dokter herbal dan anggota Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) menjelaskan, susu kambing Etawa mengandung asam lemak trigliserida medium dengan globul kecil dan tinggi beta kasein yang membantu tubuh mengubah energi lebih cepat.
"Susu kambing Etawa mengandung whey protein yang berperan dalam pembentukan massa otot, tinggi mineral kalsium yang penting dalam mengoptimalkan kekuatan otot, serta vitamin D dan E yang penting untuk menjaga kepadatan tulang. Tak kalah penting, kandungan protein CSN1S2 pada susu kambing Etawa membantu meningkatkan struktur kolagen dan fosfor tulang sehingga sendi tetap terjaga sehat dan kuat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Selain itu, temulawak mengandung senyawa bioaktif kurkuminoid yang bersifat anti-inflamasi serta terbukti bermanfaat untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan persendian. Jahe mengandung gingerol yang sifatnya seperti obat-obatan antinyeri yang efektif dalam menghambat pelepasan mediator nyeri dan peradangan pada kasus radang sendi. Kayu manis mengandung sinamaldehid dan eugenol yang terbukti dapat menurunkan derajat nyeri dan pembengkakan pada kasus rheumatoid arthritis. Sereh dapur dan daun salam jika dikonsumsi rutin efektif mengatasi nyeri, meredakan kejang otot, dan meningkatkan fleksibilitas.
“Kami berharap bisa menginspirasi masyarakat Indonesia untuk menjadikan solusi alami sebagai rutinitas kesehatan sehari-hari untuk menjaga kesehatan sendi dan tulang. Bahkan, mulai menerapkan gaya hidup aktif sejak dini di usia produktif, bukan hanya saat keluhan muncul saja,” tutup Andik.