Equinix, Inc. (Nasdaq: EQIX), perusahaan infrastruktur digital, mengumumkan penerbitan obligasi hijau senilai SGD500 juta dalam penawaran perdananya di pasar Singapura. Penerbitan ini menjadikan Equinix sebagai perusahaan asal Amerika Serikat pertama yang memasuki pasar Dolar Singapura dalam 5 tahun terakhir. Dana dari obligasi hijau ini akan digunakan untuk memperkuat komitmen Equinix terhadap keberlanjutan serta meningkatkan efisiensi operasional portofolionya.

Equinix menerbitkan obligasi hijau senior senilai SGD500 juta dengan bunga 3,50% yang jatuh tempo pada tahun 2030. Penawaran ini resmi ditutup pada 13 Maret 2025. Dengan penerbitan terbaru ini, total obligasi hijau yang telah diterbitkan Equinix secara global mencapai sekitar USD7,3 miliar.

Baca Juga: PGN Lunasi Sisa Obligasi USD396 Juta Tepat Waktu

"Penerbitan obligasi hijau perdana kami di Singapura menegaskan komitmen kami untuk merancang dan membangun infrastruktur hemat energi serta mengurangi jejak karbon. Equinix selalu menjadi pendukung kuat Strategi AI Nasional Singapura dan Green Plan 2030," ujar Yee May Leong, Managing Director Equinix Singapura, dikutip Rabu (26/3/2025).

Equinix akan mengalokasikan dana yang setara dengan hasil bersih dari penerbitan obligasi hijau untuk membiayai atau membiayai kembali, baik secara keseluruhan maupun sebagian, proyek hijau yang baru selesai maupun yang akan datang. Strategi alokasi Equinix mencakup pendanaan pengeluaran proyek hingga dua tahun sebelum penerbitan obligasi hijau dan tiga tahun setelahnya. Proyek-proyek ini, yang menjadi tulang punggung misi keberlanjutan perusahaan, mencakup berbagai kategori berdampak besar—mulai dari pengembangan bangunan ramah lingkungan, inovasi energi terbarukan, efisiensi energi tingkat lanjut, konservasi sumber daya, hingga solusi dekarbonisasi terdepan.

Secara global, Equinix terus berinvestasi dalam teknologi baru dan inovatif di bidang efisiensi energi, energi terbarukan, dan proyek ekspor panas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan global Future First. Strategi ini berfokus pada area yang memberikan dampak terbesar bagi pelanggan dan pemangku kepentingan utama.

Proyek Hijau yang Memenuhi Syarat dari Equinix bertujuan untuk meningkatkan komitmen perusahaan dalam melindungi lingkungan dan mengatasi perubahan iklim global melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan efisiensi sumber daya, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Dalam penawaran obligasi ini, DBS Bank Ltd. dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Koordinator Global Bersama serta Manajer Utama Bersama dan Bookrunners, sedangkan HSBC dan OCBC bertindak sebagai Manajer Utama Bersama dan Bookrunners. DBS Bank Ltd. juga berperan menjadi satu-satunya Agen Penyusun Obligasi Hijau.

Clifford Lee, Kepala Global Investasi Banking Perbankan, DBS Bank, menegaskan, "DBS dengan bangga mendukung Equinix dalam penerbitan obligasi perdananya di pasar obligasi Singapura. Dengan meningkatnya permintaan layanan digital seperti e-commerce dan kecerdasan buatan dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan pusat data yang inovatif dan efisien akan menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan."

"Dengan memanfaatkan koneksi investor yang kuat di Asia, kami sangat senang dapat mendukung Equinix dalam mencapai transaksi penting ini. Keberhasilan penawaran perdana ini tidak hanya memperkuat kehadiran Equinix di pasar obligasi dolar Singapura, tetapi juga membuka peluang bagi penerbitan-penerbitan berikutnya di masa depan," pungkas Maria-Lisa Farmakidis, Direktur Eksekutif Pasar Modal Utang Amerika Utara, Standard Chartered.