Growthmates, memasuki usia 20-an, banyak anak muda mulai dihadapkan pada pertanyaan tentang apa yang harus dipelajari, karier apa yang perlu dipilih, dan keterampilan apa yang masih akan relevan dalam beberapa tahun ke depan.
Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat, Elon Musk memiliki pandangan yang cukup berbeda, yakni jangan terlalu cepat membatasi diri pada satu bidang.
Musk mendorong kaum muda untuk memperluas wawasan dengan mempelajari berbagai disiplin ilmu, mulai dari seni, sains, teknologi, teknik hingga bidang-bidang umum lainnya.
Dikutip dari Times Now News, Rabu (30/9/2026), menurut pandangannya, ketika AI semakin mampu mengerjakan berbagai tugas yang sebelumnya membutuhkan kemampuan manusia, pengetahuan lintas bidang justru dapat menjadi semakin penting.
Perkembangan AI saat ini memungkinkan mesin membantu menulis, membuat kode, menganalisis informasi, menghasilkan gambar, hingga menangani pekerjaan yang semakin kompleks. Dalam kondisi tersebut, kemampuan manusia tidak lagi semata-mata ditentukan oleh seberapa baik seseorang mengerjakan sebuah tugas secara manual. Persoalannya kemudian bergeser, siapa yang mampu menentukan tugas apa yang sebenarnya perlu dilakukan?
Jika AI semakin berperan sebagai pihak yang menjalankan pekerjaan, manusia tetap perlu menentukan tujuan, merumuskan persoalan, dan menilai apakah hasil yang diberikan benar-benar berguna. Di sinilah wawasan yang luas dapat memberikan keunggulan.
Baca Juga: Masa Depan AI Menurut Elon Musk, Ancaman atau Peluang bagi Manusia?