Bos SpaceX dan pemilik platform X, Elon Musk, kembali menjadi sorotan setelah mengklaim akan membuat versi film The Odyssey menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) miliknya, Grok Imagine. Musk bahkan sesumbar film tersebut akan rampung sebelum akhir 2026.

Pernyataan itu disampaikan Musk melalui akun X pribadinya, tak lama setelah ia melontarkan kritik terhadap film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan.

Menurut Musk, film berbasis AI yang akan dibuatnya bakal lebih setia pada karya asli penyair Yunani kuno, Homer.

Baca Juga: Orang Terkaya di Dunia pun Bisa Stres, Ini Pelajaran dari Elon Musk

"Film ini akan akurat secara sejarah dan setia pada seni karya Homer," tulis Musk dikutip pada Sabtu (25/07/2026).

Sebelumnya, Musk beberapa kali mengkritik keputusan casting dalam film The Odyssey versi Nolan. Ia menilai sejumlah pilihan pemeran terlalu dipengaruhi pertimbangan "progresif" dan tidak sesuai dengan latar sejarah yang diangkat.

Musk bahkan menuding Nolan "mencemari karya Homer" dan terlalu mengikuti tren demi mendapatkan pengakuan industri perfilman.

Baca Juga: Ini 3 Orang Terpintar di Dunia Menurut Elon Musk

Kontroversi ini dipicu oleh keterlibatan sejumlah aktor dari latar belakang yang beragam dalam film tersebut. Namun, kritik Musk juga menuai respons balik dari publik dan pengamat sejarah yang menilai The Odyssey merupakan karya sastra yang sarat unsur mitologi dan tidak dapat dipandang sebagai catatan sejarah yang sepenuhnya faktual.

Di tengah perdebatan tersebut, film The Odyssey garapan Nolan justru mencatatkan performa impresif di box office global. Film itu dilaporkan meraih pendapatan pembukaan sebesar US$264 juta dan diproyeksikan menembus US$1 miliar selama masa penayangannya.

Musk turut mengunggah cuplikan video berdurasi tiga menit yang dibuat menggunakan Grok Imagine sebagai gambaran awal bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk memproduksi film. Namun, ia belum memberikan rincian mengenai proses produksi maupun jadwal pasti perilisan proyek tersebut.

Tak hanya itu, Musk juga menyatakan dukungannya terhadap usulan salah satu pengikutnya di X yang meminta sutradara Mel Gibson diberi dana sebesar US$100 juta untuk membuat adaptasi The Odyssey yang diklaim lebih sesuai dengan sejarah.

Baca Juga: Bukan Cuma soal Bisnis, Ini 10 Pelajaran Kepemimpinan dari Elon Musk yang Patut Ditiru

"Saya setuju," jawab Musk singkat.

Meski demikian, janji Musk untuk menghadirkan film AI dalam waktu singkat memicu skeptisisme. Pasalnya, miliarder teknologi itu memiliki rekam jejak sejumlah target ambisius yang tidak terealisasi sesuai jadwal, mulai dari teknologi Full Self-Driving (FSD) Tesla, robotaxi, hingga prediksi mengenai kemunculan artificial general intelligence (AGI).

Hingga kini, Christopher Nolan maupun Universal Pictures belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Musk. Namun, perdebatan antara salah satu orang terkaya di dunia dan sutradara peraih Oscar tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring perkembangan proyek AI yang dijanjikan Musk.