Siapa sangka, Elon Musk yang kini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia ternyata pernah memilih meminjam uang untuk membayar biaya sewa tempat tinggalnya. Keputusan itu diambil bukan karena kekurangan uang, melainkan karena ia lebih memilih menginvestasikan hampir seluruh hartanya.
Kisah tersebut diungkap oleh investor ternama sekaligus pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, dalam podcast My First Million. Menurut Dalio, Musk merupakan sosok yang tidak terlalu mementingkan uang sebagai simbol kesuksesan.
"Menghasilkan uang bukanlah hal yang penting baginya," kata Dalio dikutip dariĀ FortuneĀ pada Jumat (31/07/2026).
Baca Juga: Elon Musk Ditantang Donasikan Kekayaan Rp18.000 Triliun, Jawabannya Bikin Kaget!
Setelah menjual PayPal, Musk diketahui memperoleh sekitar USD180 juta atau setara Rp3,4 triliun. Namun, alih-alih menyimpan sebagian dana tersebut untuk kebutuhan pribadi, ia justru menanamkan hampir seluruhnya ke sejumlah perusahaan yang saat itu masih merintis.
Sebanyak USD100 juta digelontorkan ke SpaceX, USD70 juta ke Tesla, dan USD10 juta ke perusahaan energi surya SolarCity. Keputusan itu membuat Musk nyaris tidak memiliki uang tunai dan disebut sempat harus meminjam uang untuk membayar kontrakan.
Langkah berani Musk tersebut sempat membuat Ray Dalio khawatir. Ia bahkan menyarankan agar Musk menyisihkan sebagian uangnya sebagai dana darurat apabila seluruh investasinya tidak berjalan sesuai rencana.
Baca Juga: Masa Depan AI Menurut Elon Musk, Ancaman atau Peluang bagi Manusia?
"Saya sarankan Anda menyisihkan sedikit uang, ambil sebagian, agar jika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, Anda masih punya uang itu," kenang Dalio.
Namun, jawaban Musk kala itu justru membuat Dalio tercengang.
"Tidak, saya tidak perlu melakukan itu," jawab Musk.
Menurut Dalio, Musk memiliki karakter unik sebagai seorang visioner yang mampu berpikir sangat besar sekaligus terobsesi pada detail. Ia mengaku pernah diajak Musk berdiskusi panjang mengenai berbagai hal, mulai dari fitur mobil Tesla hingga ide mengirim perlengkapan ke Mars.
Baca Juga: Orang Terkaya di Dunia pun Bisa Stres, Ini Pelajaran dari Elon Musk
Gaya hidup Musk sendiri memang kerap menjadi sorotan. Ia pernah mengaku tidur di bawah meja saat bekerja di Tesla dan beberapa kali bermalam di kantor setelah mengakuisisi Twitter. Bahkan, selama menjalankan tugas pemerintahan di Washington D.C., Musk disebut sempat tidur di markas Department of Government Efficiency (DOGE).
Bagi Musk, mengembangkan teknologi dan mewujudkan visinya tampaknya jauh lebih penting dibanding menikmati kekayaan yang dimilikinya. Pilihan untuk mempertaruhkan hampir seluruh hartanya pun kini terbukti membuahkan hasil.
Tesla dan SpaceX tumbuh menjadi perusahaan raksasa bernilai miliaran dolar AS, sekaligus mengantarkan Elon Musk ke puncak daftar orang terkaya di dunia.