Miliarder Elon Musk kembali menjadi sorotan publik setelah ekonom peraih Nobel, Daron Acemoglu, menantangnya untuk menyumbangkan seluruh kekayaannya yang diperkirakan mencapai USD1 triliun atau sekitar Rp18.000 triliun pada 2036.

Tantangan tersebut muncul setelah CEO Tesla dan SpaceX itu sebelumnya menyampaikan pandangannya mengenai filantropi dan masa depan kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah episode podcast WTF yang dirilis pada Desember 2025, Musk mengaku percaya bahwa kemajuan AI suatu hari nanti akan membuat uang tidak lagi menjadi hal yang terlalu penting.

"Saya setuju dengan cinta kasih terhadap kemanusiaan, dan saya pikir kita harus mencoba melakukan hal-hal yang membantu sesama manusia, tetapi itu sangat sulit," kata Musk kepada Nikhil Kamath dikutip dariĀ FortuneĀ pada Jumat (31/07/2026).

Baca Juga: Masa Depan AI Menurut Elon Musk, Ancaman atau Peluang bagi Manusia?

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Daron Acemoglu, ekonom peraih Nobel yang dikenal vokal mengkritisi dampak sosial dan ekonomi dari perkembangan teknologi.

Melalui akun X miliknya, Acemoglu mengajukan sebuah tantangan terbuka kepada Musk.

"Sebuah kesempatan untuk membuktikan ucapanmu dengan tindakan. Jika uang tidak akan menjadi masalah di tahun 2036, mengapa Anda tidak berjanji untuk menyumbangkan kekayaan Anda saat ini yang berjumlah sekitar USD1 triliun untuk amal paling lambat tahun 2036?" tulis Acemoglu.

Menurut Acemoglu, langkah tersebut dapat memperkuat kredibilitas Musk terkait keyakinannya terhadap kekuatan AI dan teknologi di masa depan. Ia juga menilai donasi dalam skala besar dapat membantu meredakan kekhawatiran publik atas besarnya pengaruh sosial dan politik yang dimiliki para miliarder.

Baca Juga: Orang Terkaya di Dunia pun Bisa Stres, Ini Pelajaran dari Elon Musk

Tak hanya itu, Acemoglu menambahkan bahwa lembaga penerima donasi sebaiknya dipilih secara independen dan bersifat non-ideologis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Menariknya, Musk memberikan respons yang tak terduga. Alih-alih menolak mentah-mentah, orang terkaya di dunia itu justru mengisyaratkan kesediaannya untuk melakukan sesuatu yang sejalan dengan usulan tersebut.

"Saya sebenarnya akan melakukan sesuatu yang sejalan dengan ini!" balas Musk di platform X.

Meski tidak menjelaskan lebih lanjut maksud dari pernyataannya, respons Musk langsung memicu berbagai spekulasi. Banyak pihak kini bertanya-tanya apakah pendiri SpaceX itu benar-benar tengah menyiapkan langkah filantropi berskala besar di masa depan.

Baca Juga: Elon Musk Janji Bikin Film The Odyssey Pakai AI Sebelum 2026 Berakhir

Apabila terealisasi, donasi senilai USD1 triliun akan menjadi salah satu aksi filantropi terbesar dalam sejarah modern dan berpotensi mengubah lanskap kegiatan amal global.