Growthmates, banyak orang percaya bahwa kunci membangun kekayaan adalah mulai berinvestasi sedini mungkin.
Tak heran, mereka yang baru serius mengatur keuangan di usia 30-an atau 40-an sering kali merasa telah kehilangan momentum untuk mencapai kebebasan finansial.
Namun, anggapan tersebut dibantah oleh eks trader Wall Street, Vivian Tu. Perempuan yang dikenal luas melalui akun media sosial ‘Your Rich BFF’ itu menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai membangun kekayaan, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat dan lebih agresif.
Vivian, yang pernah berkarier sebagai trader di JPMorgan sebelum menjadi kreator konten keuangan, membagikan tiga langkah yang menurutnya dapat membantu mengejar ketertinggalan investasi sekaligus mempersiapkan masa pensiun.
Lulusan University of Chicago ini kini memiliki lebih dari 3,9 juta pengikut di Instagram, menjadi pembawa acara podcast Networth and Chill, serta menjabat sebagai Head of Financial Empowerment di perusahaan fintech SoFi.
Ia juga baru merilis buku Well Endowed, sementara adaptasi serial Amazon dari buku Rich AF miliknya tengah dalam tahap pengembangan.
Lantas, apa saja strategi yang disarankan Vivian Tu bagi mereka yang baru mulai berinvestasi di usia 30-an atau 40-an? Dirangkum dari Times of India, Rabu (15/7/2026), berikut ulasannya.
1. Berani Meminta Kenaikan Gaji
Menurut Vivian, meningkatkan pendapatan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin mempercepat pertumbuhan aset.
Ia menilai bahwa mereka yang telah memasuki usia 30-an atau 40-an umumnya sudah melewati fase awal karier dan mulai memasuki masa dengan potensi penghasilan tertinggi.
"Di usia tiga puluhan dan empat puluhan, Anda mungkin sudah melewati masa-masa kerja kasar di awal karier, dan Anda sedang mendaki menuju puncak potensi penghasilan Anda. Anda bukan lagi seorang pekerja rendahan. Dan saya perlu Anda meminta kenaikan gaji minimal 15% setiap tahun,’ bebernya.
Meski terdengar ambisius, Vivian menilai strategi tersebut diperlukan bagi mereka yang baru mulai berinvestasi di usia lebih matang.
"Anda belum kehilangan kesempatan, tetapi Anda perlu lebih agresif daripada jika Anda memulai lebih awal,” lanjutnya.
Baca Juga: 3 Kebiasaan Orang Sukses dan Makmur yang Diungkap Pakar Keuangan dan Investasi
2. Tingkatkan Porsi Tabungan dan Investasi
Langkah berikutnya adalah memperketat anggaran.
Vivian mengaku tidak mempermasalahkan seseorang sesekali menikmati pengeluaran kecil seperti membeli kopi favorit. Namun, jika targetnya adalah mengejar kebebasan finansial atau pensiun nyaman, maka pengorbanan tetap diperlukan.
Selama ini ia kerap merekomendasikan pembagian anggaran 50/30/20, yakni 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan investasi.
Namun, bagi mereka yang baru mulai membangun kekayaan di usia 30-an atau 40-an, formula tersebut dinilai belum cukup agresif.
Vivian menyarankan agar porsi tabungan dan investasi ditingkatkan hingga mendekati 40% dari pendapatan, dengan cara memangkas pengeluaran kebutuhan maupun gaya hidup yang tidak terlalu penting.
"Jika Anda dapat meningkatkan tabungan dan investasi mendekati 40% dari pendapatan Anda dengan mengurangi kebutuhan dan keinginan, Anda akan berada dalam kondisi yang jauh lebih baik,” terangnya.
3. Maksimalkan Investasi Jangka Panjang
Untuk persiapan pensiun, Vivian menyarankan agar masyarakat memanfaatkan instrumen investasi yang memberikan keuntungan pajak, seperti Roth IRA bagi warga Amerika Serikat, atau alternatif serupa sesuai aturan yang berlaku.
Ia juga lebih menyarankan investasi pada portofolio yang terdiversifikasi, seperti dana indeks (index fund) dan obligasi, dibandingkan mencoba memilih saham individual yang risikonya lebih tinggi.
Kebiasaan Belanja Sering Menjadi Penghambat
Nah Growthmates, selain strategi investasi, Vivian menilai, salah satu penyebab utama seseorang gagal mencapai tujuan finansial adalah kebiasaan berbelanja berlebihan.
Dalam wawancaranya dengan Associated Press (AP), ia mengatakan bahwa pengeluaran impulsif dapat menghambat pembentukan dana darurat, bahkan berujung pada utang kartu kredit.
Untuk menghindarinya, Vivian memiliki satu pertanyaan sederhana yang selalu ia ajukan sebelum membeli sesuatu.
"Pertanyaan terpenting yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum membeli sesuatu adalah: Apakah saya menginginkannya atau apakah saya ingin orang lain tahu bahwa saya memilikinya?,” paparnya.
Ia pun mengakui pernah melakukan pembelian hanya demi terlihat keren di mata orang lain.
"Ada beberapa kejadian dalam kehidupan pribadi saya di mana saya membeli barang-barang untuk terlihat keren, untuk membuktikan kepada orang lain bahwa saya keren,” sambungnya.
Karena itu, ia menyarankan setiap pembelian dilakukan secara sadar dan benar-benar sesuai kebutuhan maupun nilai yang diinginkan.
Baca Juga: Tak Hanya Jago Investasi, Ini 4 Gaya Hidup Warren Buffett yang Patut Diteladani