Nasib ribuan unit motor listrik menjadi sorotan publik usai eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana terjerak kasus korupsi beberapa waktu lalu. Publik mulai mempertanyakan akan diapakan 21.000 unit motor listrik yang dibeli BGN dengan uang negara tersebut?

Merespons hal tersebut, Agustina Arumsari selaku Wakil Kepala BGN mengatakan bahwa BGN tengah fokus untuk memastikan barang-barang yang sudah dibelanjakan dapat dimanfaatkan secara optimal. Barang tersebut tak hanya terbatas pada motor listrik, tetapi juga laptop, kaos kaki, hingga kamera CCTV.

Baca Juga: Dua Anggota Keluarga Widjaja Mundur Berjemaah dari BSD City, Kok Bisa?

"Secara keseluruhan, bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025 yang memang sudah dibayar itu kami ingin itu dimaksimalkan," ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

Khusus untuk motor listrik, BGN berencana untuk menghibahkan kendaraan yang sebelumnya dibeli untuk operasional SPPG kepada para guru honorer di sejumlah daerah di Indonesia. Rencana tersebut pun mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Daerah.

"Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik akan dihibahkan kepada guru honorer di daerah-daerah. Saya setuju dengan rencana tersebut," ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, dikutip pada Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Nanik di BGN, Benarkah Jadi Mata-mata yang Bocorkan Kejahatan Dadan Cs?

Kendati demikian, lanjutnya, ia mengaku sejak awal menyayangkan aksi BGN membeli ribuan listrik untuk operasional SPPG yang menurutnya tidak terlalu membutuhkan mobilitas dalam bekerja. Yahya juga mengklaim bahwa DPR tidak pernah menerima laporan maupun penjelasan mengenai pembelian kendaraan yang dilakukan oleh Eks Kepala BGN sebelumnya.