Bagi pengemudi ride-hailing, kendaraan bukan sekadar alat transportasi. Motor menjadi modal utama untuk mendapatkan penghasilan setiap hari. Karena itu, biaya sewa, operasional, hingga kepastian pendapatan menjadi pertimbangan penting sebelum memilih kendaraan dan platform.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Patrick Riva Widjaja ketika memutuskan bergabung sebagai pengemudi Green Bike, layanan sepeda motor listrik dari Green SM yang resmi diluncurkan di Jakarta pada 16 September.

Patrick, yang sebelumnya telah bertahun-tahun bekerja di industri ride-hailing, mengatakan keputusannya bergabung dengan Green Bike didorong keinginan untuk mencoba peluang baru sekaligus merasakan pengalaman menggunakan kendaraan listrik.

"Saya ingin menjajaki peluang baru sekaligus merasakan arah mobilitas hijau yang berbeda," ujar Patrick.

Rekan sesama pengemudi di stasiun Joglo, Mochamad Daud, juga mengambil keputusan serupa. Selain tertarik dengan teknologi kendaraan listrik, Daud melihat peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang dapat mendukung karier jangka panjang.

Baca Juga: Green Bike: Layanan Motor Listrik Milik Green SM Hadir di Jakarta

Salah satu hal yang ditawarkan Green Bike adalah skema kemitraan yang memungkinkan pengemudi memilih pola sewa sesuai kebutuhan.

Melalui program sewa dengan opsi kepemilikan atau rent-to-own, pengemudi membayar mulai Rp39.000 per hari. Program tersebut juga menawarkan jaminan penghasilan hingga Rp160.000 per hari dan kesempatan memiliki kendaraan setelah dua tahun mengikuti program.

Sementara itu, tersedia pula program sewa fleksibel dengan pilihan periode tiga, enam, atau 12 bulan. Pengemudi dikenakan deposit Rp150.000.

Dalam skema tersebut, pengemudi mendapatkan jaminan penghasilan Rp160.000 per hari selama dua bulan pertama, ditambah insentif berdasarkan kinerja.

Bagi Patrick, skema tersebut memberikan perubahan terhadap kesehariannya sebagai pengemudi.

"Skema ini membantu saya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saya berharap program ini terus berkembang ke depannya dan memberikan lebih banyak manfaat bagi rekan-rekan sesama pengemudi," ujarnya.

Daud juga menilai skema sewa Green Bike kompetitif dibandingkan layanan ride-hailing lainnya.

"Saya berharap kebijakan ini dapat terus memberikan semakin banyak manfaat bagi komunitas pengemudi," kata Daud.

Biaya Operasional Jadi Pertimbangan

Selain skema pendapatan, biaya operasional menjadi faktor lain yang diperhitungkan pengemudi. Green Bike menggunakan sepeda motor listrik VinFast, termasuk model Evo dan Feliz II.

Penggunaan kendaraan listrik disebut dapat membantu menekan biaya operasional dibandingkan sepeda motor konvensional berbahan bakar bensin.

Pengemudi Green Bike juga mendapatkan fasilitas hingga lima kali penukaran baterai gratis setiap hari melalui jaringan penukaran baterai V-Green.

Baca Juga: Mengenal Eksistensi Green Line SM, Siapa Pemilik Taksi Hijau Ini?

Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pengemudi menjaga kendaraan tetap beroperasi tanpa harus menunggu proses pengisian baterai dalam waktu lama.

"Sepeda motor listrik Green Bike sangat efisien dan hemat biaya operasional. Saya juga sangat terkesan dengan desain model-model listriknya yang stylish dan khas. Ini menjadi nilai tambah besar, baik bagi pengemudi maupun pelanggan," ujar Patrick.

Menurut Daud, pengalaman menggunakan motor listrik juga menawarkan sejumlah perbedaan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari pengoperasian yang lebih halus hingga keberadaan navigasi GPS terintegrasi.

Ia menyebut motor Green Bike dapat memiliki jarak tempuh hingga sekitar 100 kilometer dalam kondisi optimal.

Bukan Sekadar Soal Penghasilan

Green SM juga menempatkan pelatihan pengemudi dan standar layanan sebagai bagian dari model operasional Green Bike.

Daud menilai kualitas layanan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan.

"Salah satu faktor utama agar Green SM dapat terus tumbuh secara berkelanjutan adalah menjaga kualitas layanan pelanggan. Layanan yang stabil dan profesional akan menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Green SM menyebut pengemudi mendapatkan pelatihan profesional, prosedur operasional yang terstruktur, serta standar layanan yang diterapkan dalam jaringannya.

Bagi Patrick, menjadi pengemudi Green Bike bukan hanya mengenai peluang mendapatkan penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk terlibat dalam perkembangan mobilitas listrik di Jakarta.

"Bagi saya, menjadi pengemudi Green Bike berarti mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelopor mobilitas ramah lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan Green SM di Indonesia," katanya.