Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan bersama Komisaris Bambang Suswantono dan Komisaris Independen Raden Adjeng Sondaryani melakukan kunjungan kerja ke Rig PDSI#15.3 yang tengah beroperasi pada Sumur Eksplorasi South Akasia Cinta (SAC)-001 milik Pertamina EP di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (25/8)

Rombongan komisaris juga melanjutkan kunjungan ke Indonesia Drilling Training Center (IDTC) yang berlokasi di Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu.

Baca Juga: Debut Fracturing Pertamina Drilling, PertaGuar Jadi Bukti Kemandirian Energi Anak Bangsa

Baca Juga: Resmi! Sekarang Pertamina Drilling Punya Laboratorium Drilling Fluid dan Cementing di Sunter

Pengeboran eksplorasi SAC-001 sendiri resmi dimulai pada Sabtu (16/8), bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Pekerjaan tajak sumur dilakukan menggunakan Rig PDSI#15.3 yang dioperasikan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling).

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menekankan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi pengeboran. “Keselamatan mutlak diutamakan dengan menerapkan Compliance Life Saving Rules (CLSR), HSSE Golden Rules, serta Salam Lima Jari. Ini adalah fondasi utama keberhasilan setiap operasi pengeboran,” ujarnya.

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menyatakan bahwa keberadaan Sumur SAC-001 diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan terhadap produksi minyak dan gas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Selain aspek teknis dan keselamatan, kami juga berkomitmen menjalankan praktik pengeboran yang ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata Avep dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Selain meninjau rig, Komisaris Independen Raden Adjeng Sondaryani juga menyaksikan langsung fasilitas pelatihan di IDTC, pusat pelatihan pengeboran terlengkap di Asia Tenggara. IDTC dilengkapi dengan drilling simulator berteknologi tinggi, well control training center, laboratorium fluida pengeboran, hingga rig floor mock-up yang memungkinkan peserta merasakan kondisi lapangan secara nyata.

Hingga kini, IDTC telah melatih lebih dari 15.000 tenaga kerja migas, baik dari Indonesia maupun berbagai negara lain di kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Pusat pelatihan ini diakui sebagai salah satu center of excellence dalam pengembangan kompetensi pekerja energi.

Raden Adjeng Sondaryani mengaku kagum dengan fasilitas yang dimiliki IDTC. “Fasilitas di IDTC ini sangat luar biasa. Saya melihat pusat pelatihan ini mampu mencetak tenaga pengeboran yang berkompeten dan berdaya saing global. Dengan adanya IDTC, Pertamina Drilling tidak hanya mendukung operasi migas nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan SDM energi di Indonesia,” ungkapnya.

Pertamina Drilling menargetkan pengeboran eksplorasi di Indramayu ini dapat menjadi salah satu penopang produksi migas di Jawa Barat, yang berperan penting bagi kebutuhan energi nasional.