Growthmates, erupsi Gunung Krakatau tidak hanya perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan, terutama bagi orang dengan lupus atau odapus (orang dengan lupus).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, mengatakan, paparan debu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, termasuk saluran pernapasan, kulit, dan mata. Karena itu, masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan pelindung diri ketika harus keluar.
"Benar, untuk orang sehat pun sekarang ini bisa berbahaya kalau kita terlalu lama di luar rumah, kemudian tidak pakai pelindung, karena debu daripada erupsi Krakatau ini mengandung silika, silika ini kemudian bisa mengganggu saluran nafas, mengganggu kulit, dan juga mengganggu mata," papar Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (7/9/2026).
Prof. Zubairi menegaskan, paparan silika juga menjadi perhatian khusus bagi odapus, terutama mereka yang memiliki systemic lupus erythematosus (SLE). Silika yang terhirup dapat masuk hingga ke paru-paru dan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh.
"Dan juga silikanya bisa masuk ke paru, kemudian sel tubuh kita makrofag akan memakan silika itu, namun tidak bisa dihancurkan sehingga akhirnya makrofag mati mengeluarkan zat sehingga memang aktifkan lupus. Jadi memang benar bahwa sekarang ini odapus harus lebih hati-hati lagi," jelasnya.
Prof. Zubairi pun mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu lama berada di luar rumah selama kondisi udara terdampak erupsi. Jika memang harus keluar, aktivitas sebaiknya dilakukan seperlunya dan setelah itu segera kembali ke dalam rumah.
"Jadi untuk semua orang sebaiknya keluar rumah jangan terlalu lama, sebentar saja, apa perlunya kemudian segera balik," katanya.
Selain membatasi aktivitas di luar rumah, penggunaan alat pelindung diri menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan debu vulkanik.
Prof. Zubairi menyarankan masyarakat menggunakan masker, kacamata, serta pakaian yang menutupi kulit.
"Yang kedua selalu pakai masker kalau keluar rumah, kemudian pakai kacamata untuk melindungi mata, dan juga untuk kulit melindunginya dengan cara pakai baju lengan panjang," ujar Prof. Zubairi.
Ia juga menyarankan penggunaan pakaian berwarna cerah, seperti putih. Menurutnya, pilihan tersebut juga dapat membantu menghadapi kondisi cuaca yang saat ini terasa sangat panas.
"Dan sebaiknya yang berwarna cerah putih misalnya, karena selain debu Krakatau, udara sekarang juga panas sekali. Jadi tadi sore saja masih 34 derajat Celcius. Itu juga bisa mengganggu kesehatan kita," lanjutnya.
Baca Juga: 4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurut Dokter Tirta
Bagi odapus, lanjut Prof. Zubairi, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena paparan lingkungan dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu masalah kesehatan.
Karena itu, pembatasan aktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dianjurkan selama kondisi erupsi masih berlangsung.
Prof. Zubairi juga meminta odapus memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Jika gejala lupus kembali kambuh atau semakin berat, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penyesuaian pengobatan.
"Jadi untuk odapus apalagi, jadi batasi keluar rumah. Kalau keluar rumah tadi pakai kacamata, pakai masker, pakai baju lengan panjang, warna cerah," tuturnya.
Ia menambahkan, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain nyeri sendi yang semakin mengganggu, sariawan, hingga kerontokan rambut yang semakin berat.
"Kemudian kalau masih lupusnya kambuh juga, nyeri sendinya mengganggu banget, kemudian keluhan-keluhan lain misalnya sariawan atau rambut rontok makin berat, maka waktunya segera ke dokter untuk penyesuaian obat," jelas Prof. Zubairi.
Penyesuaian terapi, lanjut dia, dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pasien. Dalam situasi tertentu, dosis obat yang sedang dikonsumsi dapat disesuaikan atau dokter dapat mempertimbangkan kombinasi dengan obat lain.
"Jadi kadang-kadang dosis obat yang sekarang diminum perlu dinaikkan atau perlu kombinasi dengan obat baru," katanya.
Meski demikian, Prof. Zubairi menekankan bahwa masyarakat, khususnya odapus, tidak perlu diliputi kekhawatiran berlebihan.
Menurutnya, kewaspadaan dan langkah pencegahan tetap menjadi hal utama untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Namun, tidak usah terlalu khawatir karena semua bisa dicegah dan bisa ditangkal dengan penyesuaian obat-obatan. Jadi memang kita perlu waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan," pungkas Prof. Zubairi.
Baca Juga: Jakarta dan Sekitarnya Dikepung Abu Vulkanik, Kemenkes Beri Peringatan Keras, Hindari 3 Hal Ini