Menurut dr. Riski, ciri khas stroke adalah munculnya gejala secara mendadak. Anak yang sebelumnya tampak sehat, aktif, dan normal bisa tiba-tiba mengalami gangguan neurologis.

“Biasanya terjadi secara tiba-tiba. Jadi sebelumnya anaknya bagus, aktif, tiba-tiba kelemahan sebelah badan, tiba-tiba tidak sadar, tiba-tiba sakit kepala hebat, atau tiba-tiba tidak bisa bicara lagi. Nah, itu patut kita bawa ke IGD sebagai emergency,” kata dr. Riski.

Karena itu, orang tua tidak boleh menunda untuk mencari pertolongan medis jika menemukan gejala tersebut. Stroke merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.

dr. Riski mengatakan, dalam penanganan stroke dikenal istilah ‘time is brain’ yang berarti setiap detik sangat menentukan kondisi otak pasien.

Menurutnya, semakin cepat pasien mendapat penanganan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan otak.

“Time is brain. Setiap satu menit biasanya sekitar satu juta sel otak akan rusak. Jadi kalau cepat terdiagnosis dan cepat dibawa ke rumah sakit, kemungkinan besar bisa diselamatkan,” ungkap dr. Riski.

dr. Riski pun menuturkan, kabar baiknya, anak yang mengalami stroke memiliki peluang pemulihan yang cukup baik dibandingkan orang dewasa.

Hal ini, lanjut dia, karena otak anak masih berada dalam tahap perkembangan dan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.

“Apalagi stroke pada anak, penyembuhannya tentu sangat bagus karena anak masih dalam tahap masa perkembangan,” tandasnya.

Baca Juga: Kasus Campak Melonjak, Dokter Soroti Ancaman Gerakan Anti-Vaksin di Indonesia