Growthmates, olahraga menjadi salah satu cara menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun, manfaat aktivitas fisik bisa terganggu jika seseorang merokok atau menggunakan vape sebelum maupun setelah berolahraga.

Dokter Spesialis Jantung Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), mengingatkan kebiasaan merokok dan nge-vape di sekitar waktu olahraga bukanlah pilihan yang bijak.

Sebabnya, kata dia, tubuh membutuhkan asupan oksigen dan nutrisi yang baik untuk mendukung proses pemulihan setelah aktivitas fisik.

Menurut dr. Bobby, olahraga merupakan bentuk latihan bagi tubuh. Saat berolahraga, seperti berlari, jantung, otot kaki, dan berbagai sistem tubuh bekerja lebih keras. Kondisi tersebut menjadi stimulus agar tubuh beradaptasi dan memperkuat kemampuannya.

“Olahraga itu proses simulasi. Pada saat kita olahraga, misalkan lari, jantung dilatih, kaki dilatih, tubuh dilatih. Sel-sel kita bikin enggak nyaman agar dia belajar menguatkan dirinya,” ungkap dr. Bobby, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (2/11/2026).

dr. Bobby melanjutkan, setelah berolahraga, sel-sel tubuh membutuhkan energi dan nutrisi untuk memulihkan diri sekaligus beradaptasi terhadap latihan yang telah dilakukan. Karena itu, kebiasaan menghirup asap rokok atau aerosol vape justru berlawanan dengan kebutuhan tubuh pada fase pemulihan tersebut.

Alih-alih mendapatkan udara bersih, kata dia, seseorang yang merokok atau nge-vape berisiko memasukkan berbagai zat berbahaya ke dalam tubuh. Paparan polutan dan zat kimia dari produk tersebut dapat memicu stres oksidatif, termasuk melalui pembentukan radikal bebas, yang berpotensi merusak sel dan jaringan tubuh.

Baca Juga: Sebelum Ikut Event Lari, Ini 5 Pemeriksaan Jantung yang Disarankan Dokter

“Bayangin, pada situasi seperti itu, kalian semua ngerokok atau nge-vape. Yang masuk bukan udara bersih yang berkualitas, tapi polutan-polutan itu menyebabkan terbentuknya radikal bebas di tubuh yang justru merusak jantung, otot, serta tubuh kalian,” kata dr. Bobby.

Ia juga mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang sedang membutuhkan asupan terbaik untuk pemulihan, tetapi justru diberikan paparan zat berbahaya.

“Bayangin, tubuh lagi ngebuka dirinya untuk mendapatkan nutrisi terbaik, kalian justru kasih racun,” tuturnya.

Lebih jauh, dr. Bobby juga mengingatkan, perasaan segar setelah berolahraga tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan kebiasaan merokok ataupun menggunakan vape. Dampak kebiasaan tersebut tidak selalu langsung dirasakan, tetapi paparan berulang dapat meningkatkan risiko kesehatan dalam jangka panjang.

“Walaupun kalian merasa segar setelah olahraga, itu bukan pembenaran kalian bisa dan aman untuk merokok. Bukan sekarang dampaknya, nanti, 10 tahun lagi,” tukasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan kebiasaan merokok dan nge-vape, sekaligus menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dijalankan secara konsisten.

“Yuk, bisa yuk berhenti merokok. Udah enggak zamannya lagi ngerokok dan nge-vape. Ekonomi sudah seperti sekarang, masing-masing ngerokok dan nge-vape itu enggak worth it lagi, teman-teman. Cukupkan diri dengan udara bersih, gratis dan menyehatkan,” pungkas dr. Bobby.

Baca Juga: Gagal Jantung Lanjut Punya Opsi Terapi Baru, Dokter Jelaskan Potensi LVAD