Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat diperingatkan lantaran membicarakan program kesayangan Presiden Prabowo Subianto, Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Luhut diminta tak banyak bicara dampak MBG terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia lantaran ada pihak tertentu yang tersinggung. 

Baca Juga: Permintaan Luhut: Jangan Terus-Menerus Ributkan Program MBG

Alih-alih tutup mulut, Luhut justru menantang balik, ia mengatakan semua yang ia ucapkan adalah fakta bahwa MBG menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi ke depannya, daya gedornya bahkan sampai ke pelosok-pelosok negeri.

“Tadi ada yang mengingatkan saya, dia bilang, Bapak jangan terlalu banyak ngomong MBG, nanti ada orang marah. Saya bilang, urusannya marah apa? Saya hanya bicara data. MBG itu, saya percaya, itu membangun ekosistem ekonomi,” kata Luhut dalam sebuah kesempatan dilansir Olenka.id Kamis (6/8/2026).

Luhut menegaskan, MBG menjadi pintu masuk utama melakukan pemerataan ekonomi di Indonesia. Meski begitu ia tak menampik implementasi MBG memang masih perlu banyak perbaikan.

“Karena akan terjadi keadilan dan pemerataan. Yang jadi masalah adalah eksekusinya. Dan juga terus pengen cepat,” ujarnya.

Lantaran memandang MBG sebagai salah satu program yang tepat guna, luhut mengatakan program yang menguras ongkos jumbo itu mesti didukung. Ia yakin MBG bakal membawa banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Kita harusnya tadinya piloting, terus kemudian scaling up. Seperti yang sekarang kita kerjakan. Dan itu akan berbeda,” ucapnya.

Baca Juga: Dokter Tifa Pensiun Dini dari Politik di Tengah Kasus Ijazah Jokowi, Kok Mendadak, Ada Apa?

“Sekarang saya lihat Presiden juga sudah berpikir di situ, ya sudah kita dukung. Jadi jangan kita asyik berkelahi sama sendiri. Akhirnya kita semua yang rugi,” tambahnya memungkasi.