Nama Dino Patti Djalal sedang menjadi perbincangan hangat setelah ia dengan tegas mengkritik perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri yang menguras anggaran yang tak sedikit.
Kritik Dino mendadak menjadi sorotan setelah orang-orang di dalam lingkaran kekuasaan membalas kritik tersebut salah satunya adalah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya yang mengungkit masa jabatan Dino di masa lampau.
Baca Juga: Gerindra Minta Dino Patti Djalal Mencontoh Sikap Megawati
Lantaran itu publik ramai-ramai memberi dukungan buat Dino seraya mengkritik balik sikap pemerintah yang terkesan anti kritik dan ogah diberi masukan.
Lantas siapa sebenarnya Dino Patti Djalal?
Dino bukanlah sosok sembarangan di dunia politik dan pemerintahan Indonesia. Bahkan jauh sebelum Seskab Teddy terjun ke pemerintahan, Dino sudah mengecap pahit manisnya duduk di bangku pemerintahan.
Pria kelahiran 10 September 1965 itu merupakan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia. Ia menjabat sejak 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Masa jabatannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat juga tidak lama. Dimana masa jabatannya itu sempat disinggung Teddy ketika menjawab kritik Dino beberapa hari lalu.
Dino dilantik menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 10 Agustus 2010 namun memilih mengundurkan diri pada September pada 2013 untuk mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di tahun itu.
Sebelum masuk di jajaran pejabat tinggi negara, Dino sudah menjajal berbagai posisi di pemerintahan. Tempat pertama Dino memulai semuanya adalah Departemen Luar Negeri ia masuk di instansi itu pada 1987 dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.
Asal tahu saja, Dino pernah ditugaskan sebagai juru bicara Pelaksana Penentuan Pendapat di Timor Timur (Satgas P3TT), ia juga diamanatkan tugas sebagai
Kepala Departemen Politik KBRI Washington dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Departemen Luar Negeri.
Ia sempat menjabat sebagai Direktur Urusan Amerika Utara dan Amerika Tengah di Departemen Luar Negeri Republik Indonesia, sebelum akhirnya bersama Andi Mallarangeng kemudian ditunjuk sebagai juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dedikasi Dino untuk bangsa dan negara sangat patut dihormati. Jasanya besar. Berkat kegigihan dan seluruh kerja kerasnya, oleh banyak orang Dino dianggap sebagai seorang tokoh diplomat yang pernah dilahirkan bangsa ini.
Anggapan tersebut wajar, itu tidak berlebihan atau terkesan mengada-ada. Dino punya kemampuan negosiasi dan lobi tingkat tinggi yang tak bisa dipandang enteng.
Bakat menjadi Diplomat tentu saja diwariskan dari sang ayah Hasjim Djalal yang pada masanya dikenal sebagai seorang diplomat ternama Indonesia.
Bakat alamiah dari sang ayah ditambah lagi dengan pendidikan mumpuni bikin Dino tumbuh menjadi salah satu orang hebat di Indonesia.
Baca Juga: Dari Istana sampai DPR, Ramai-ramai Jawab Dino Patti Djalal
Adapun Dino menempuh pendidikan dari SD dan SMP Al Azhar, kemudian dia melanjutkan pendidikan ke McLean High School, Amerika Serikat lalu lanjut pendidikan S-1 ke Universitas Carleton.
Gelar M.A. diraihnya dari Universitas Simon Fraser di Kanada hingga kemudian meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science.