Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ikut memberikan respons terkait adanya isu perombakan Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto pada Agustus 2026 mendatang.

Terkait hal tersebut, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. 

Baca Juga: Viral Surat Dinas Bareng Keluarga ke AS, Menteri Dody Pilih Batal Berangkat: Blusukan ke Aceh

"Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun," jawabnya dengan gaya khas Dody di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).

Lanjutnya, ia juga mengaku jika dirinya pernah dipanggil Kepala Negara untuk menjalani evalusi. Menurutnya, komunikasi dengan presiden memang kerap dilakukan.

Karena itu, dirinya pun membantah jika pertemuan tersebut terkait dengan kabar adanya perombakan Kabinet. 

Baca Juga: Biografi Dody Hanggodo: Profesional yang Dipercaya Prabowo Mengurus Infrastruktur Nasional

"Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah. Enggak, enggak ada," bebernya.

Selain itu, dirinya juga mengaku jika gaya komunikasinya merupakan bawaan sejak lama karena dirinya berasal dari Jawa Timur.

"Gaya komunikasi... komunikasi yang mana? Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah. Kecuali sesuatu yang... sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius. Kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua, gimana," tegasnya.