Sejumlah pihak menyerukan permintaan kepada Pemerintah Indonesia untuk mengakhiri keikutsertaannya dalam Board of Peach (BoP). Organisasi internasional tersebut dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menangani konflik di Palestina.
Merespons desakan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan jika Indonesia tetap berkomitmen pada upaya stabilisasi dan rekonstruksi di Palestina. Segala keputusan internasional yang diambil akan mempertimbangan prinsip politik bebas-aktif yang dianut, kepentingan nasional, serta perkembangan situasi yang terjadi.
Baca Juga: Indonesia Bakal Angkat Kaki dari BoP Kalau Palestina Tak Merdeka
“Partisipasi Indonesia di BoP tetap konsisten untuk mendukung stabilisasi dan rekonstruksi di Palestina. Sementara itu, segala pembahasan tentang Board of Peace saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold, sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu Sugiono juga beberapa hari lalu,” ujar Jubir Kemlu, Yvonne Mewengkang, di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Saat ini, fokus pemerintah tertuju pada perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah yang terdampak ketegangan Amerika-Iran. “Fokus diplomasi Indonesia saat ini adalah memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia di wilayah terdampak konflik, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi eskalasi,” tegasnya.