Pakar intelijen Kolonel (Purn.) Sri Radjasa Chandra mengkalim ijazah sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu.
Dia bahkan berani mengatakan dokumen tanda kelulusan Jokowi itu dibuat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur yang sejak lama memang sudah dikenal sebagai tempat membuat dokumen-dokumen imitasi.
Baca Juga: Dokter Tifa Pensiun Dini dari Politik di Tengah Kasus Ijazah Jokowi, Kok Mendadak, Ada Apa?
Radjasa mengaku telah melakukan penelusuran setelah mendapat informasi dari politisi PDI Perjuangan Beathor Suryadi yang sebelumnya sempat menyinggung ijazah Jokowi dan tempat pemalsuan dokumen di Pasar Pramuka. Radjasa bahkan telah mendatangi tempat tersebut
"Ahlinya (pembuatan ijazah palsu) ada di belakang kios-kios itu," kata Sri Radjasa dilansir Olenka.id dari saluran YouTube Forum Keadilan TV Kamis (5/8/2026).
"Jadi ketika Pak Beathor mengatakan bahwa ada kaitan Pasar Pramuka, dan kemudian saya teliti beberapa hal tentang kepalsuan ijazah itu, saya sekarang sudah yakin bahwa itu palsu," tambahnya.
Pembuatan ijazah palsu Jokowi lanjut Radjasa dibantu oleh beberapa orang dekatnya. Dia kemudian menyinggung nama mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Paiman Raharjo.
"Saya dapat informasi dari teman-teman Pasar Pramuka bahwa di situ ada Paiman, relawan Sedulur Jokowi, yang kemudian mendapat jabatan wamen. Begitu saya angkat masalah ini, begitu kelabakannya Paiman," bebernya.
Selain temuan di Pasar Pramuka, hal lain yang bikin Radjasa semakin yakin bahwa ijazah Jokowi abal-abal adalah ketiadaan dokumen pendukung misalnya skripsi dan sejumlah dokumen lainnya.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Tom Lembong, Ekonom Ulung di Balik Pidato-pidato Fenomenal Jokowi
"Bahkan rekam jejak ijazah ini hilang, seperti misalnya skripsi, terus kemudian lembar penilaian. Artinya semakin memperkuat bahwa ini palsu," pungkasnya.