Di tengah maraknya tren perawatan kulit yang terus bermunculan, banyak orang merasa harus memiliki belasan produk untuk mendapatkan kulit sehat dan glowing.
Mulai dari serum viral, essence terbaru, hingga berbagai bahan aktif yang sedang populer di media sosial. Namun, apakah para dermatolog yang memahami kulit secara mendalam juga menjalani rutinitas serumit itu? Ternyata tidak.
Sebuah studi dari Universitas Northwestern yang melibatkan sejumlah dermatolog kosmetik terkemuka menemukan bahwa para ahli kulit justru mengandalkan rutinitas yang relatif sederhana. Alih-alih mengikuti tren yang berganti setiap saat, mereka memilih bahan-bahan yang telah terbukti secara ilmiah efektif menjaga kesehatan dan penampilan kulit dalam jangka panjang.
Dan, dikutip dari Times of India, Jumat (12/6/2026), berikut 5 bahan utama yang hampir selalu menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit para dermatolog.
1. Tabir Surya Mineral
Jika ada satu produk yang dianggap paling penting oleh para ahli kulit, jawabannya adalah tabir surya.
Dermatolog secara konsisten merekomendasikan penggunaan tabir surya mineral spektrum luas yang mengandung zinc oxide (seng oksida) dan titanium dioxide (titanium dioksida).
Kedua bahan ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung yang membantu menghalangi sinar UVA dan UVB.
Sinar UVA diketahui berperan dalam proses penuaan dini karena dapat merusak kolagen, sementara sinar UVB menjadi penyebab utama kulit terbakar akibat paparan matahari.
Tanpa perlindungan yang memadai, manfaat dari berbagai produk perawatan kulit lainnya menjadi jauh berkurang.
Karena itu, penggunaan tabir surya setiap hari dianggap sebagai fondasi utama untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mencegah munculnya tanda-tanda penuaan.
2. Retinoid
Dalam dunia dermatologi, retinoid sering disebut sebagai standar emas untuk perawatan anti-penuaan. Tidak mengherankan jika lebih dari 96 persen dermatolog dalam studi Northwestern mengaku menggunakan bahan ini.
Retinoid merupakan turunan vitamin A yang bekerja dengan mempercepat regenerasi sel kulit, merangsang produksi kolagen baru, serta membantu mencegah kerusakan kolagen yang sudah ada.
Berkat mekanisme tersebut, retinoid mampu mengatasi berbagai masalah kulit sekaligus, mulai dari garis halus, kerutan, hiperpigmentasi, hingga jerawat.
Penelitian yang dipublikasikan oleh Perpustakaan Kedokteran Nasional juga menunjukkan bahwa retinoid dapat meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi degradasinya, sehingga efektif membantu menjaga kulit tetap tampak muda dan sehat.
Bagi pemula, retinol yang tersedia bebas dapat menjadi pilihan awal sebelum beralih ke retinoid yang lebih kuat berdasarkan rekomendasi dokter.
Baca Juga: Awet Muda di Usia 30-an, Audi Marissa Ungkap Tips Skincare untuk Jaga Kesehatan Kulit
3. Niacinamide
Niacinamide atau vitamin B3 menjadi salah satu bahan favorit dermatolog karena kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan kulit dalam satu langkah.
Bahan ini dikenal mampu membantu menenangkan kemerahan, mengontrol produksi minyak berlebih, memperkuat skin barrier, serta membantu menyamarkan hiperpigmentasi.
Salah satu keunggulan terbesar niacinamide adalah sifatnya yang relatif lembut dan mudah dipadukan dengan bahan aktif lainnya.
Karena itu, niacinamide sering direkomendasikan untuk pemilik kulit sensitif maupun mereka yang sedang mengalami gangguan lapisan pelindung kulit akibat penggunaan produk eksfoliasi yang terlalu agresif.
4. Asam Hialuronat
Seiring bertambahnya usia, kadar asam hialuronat alami dalam kulit akan terus berkurang. Padahal, senyawa ini memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan kulit.
Asam hialuronat bekerja sebagai humektan, yaitu menarik dan mengikat air ke dalam lapisan kulit. Kemampuannya bahkan disebut dapat menahan air hingga 1.000 kali beratnya sendiri.
Tak heran jika bahan ini menjadi andalan banyak dermatolog untuk memberikan efek kulit yang lebih kenyal, lembap, dan bercahaya.
Selain membantu mengurangi tampilan garis-garis halus akibat dehidrasi, asam hialuronat juga efektif mengatasi area kulit yang kering dan mengelupas.
5. AHA dan BHA
Jika dulu banyak orang mengandalkan scrub fisik untuk mengangkat sel kulit mati, kini para dermatolog lebih memilih eksfoliasi kimia menggunakan AHA dan BHA.
Alpha Hydroxy Acid (AHA), seperti asam glikolat dan asam laktat, bekerja di permukaan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur kulit, serta meningkatkan kecerahan wajah.
Sementara itu, Beta Hydroxy Acid (BHA), terutama asam salisilat, memiliki kemampuan menembus pori-pori karena sifatnya yang larut dalam minyak. Hal ini membuat BHA sangat efektif untuk membantu mengatasi komedo, pori-pori tersumbat, dan jerawat.
Dibandingkan scrub yang berisiko menyebabkan iritasi dan mikro-luka pada kulit, penggunaan AHA dan BHA dinilai lebih efektif sekaligus lebih terkontrol.
Baca Juga: Ini Rahasia Seleb Usia 40-an Tetap Tampil Fresh dan Awet Muda