Sutradara film dokumenter Pesta Babi: Kolonial di Zaman Kita, Dandhy Laksono masih enggan menjawab secara gamblang sumber pendanaan film kontroversial yang ia buat.

Kendati banyak pihak yang mempertanyakan ‘bohir’ di balik film yang menceritakan dampak proyek strategis nasional di Papua itu, namun jurnalis investigasi ini memilih memberi jawaban yang justru membuat publik semakin penasaran.

Baca Juga: Apa Itu Gerakan Salib Merah dalam Film Pesta Babi?

"Pokoknya ada. Saya berhak tuh ngomong 'pokoknya ada' karena saya enggak mempertanggungjawabkan pajak. Ya kan. Lebih bener kalau saya ngomong 'pokoknya ada'. Itu sah," kata Dandhy dilansir Kamis (21/5/2026).

Sumber pendanaan pembuatan film Pesta Babi memang sedang disorot tajam, banyak kalangan yang bahkan curiga Pesta Babi adalah film ‘pesanan’ dari pihak tertentu, bahkan ada yang menduga dana tersebut berasal dari George Soros, miliarder, investor, dan filantropis radikal berkebangsaan Amerika Serikat. Sosoknya disebut-sebut terlibat dalam berbagai peristiwa besar di berbagai negara di dunia.

Bahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak juga ikut mempertanyakan asal dana untuk pembuatan film dokumenter tersebut.

Terkait semua kecurigaan itu, Dandhy tetap menanggapi santai, dia mengatakan kegiatan yang diinisiasi masyarakat sipil memang cenderung dicurigai dan baginya itu janggal. 

Padahal, menurut dia, hal serupa tidak terjadi terhadap asal-usul dana Pemilu oleh masing-masing kontestan Pilpres hingga dana Partai Politik untuk bisa membagikan sembako atau membuat konser besar.

“Orang justru lebih curious dengan inisiatif-inisiatif sipil seperti ini daripada dari mana sih duit capres untuk pemilu? Dari mana sih duit parpol bisa bagi-bagi sembako, bisa bikin konser gede? Dari mana sih duit jenderal-jenderal polisi dan tentara ketika dia mau promosi jabatan," tuturnya.

Meski tak mau menyebut secara gamblang, tetapi menurutnya karya jurnalistik yang independen memang harus membuka seluruh sumber pendanaannya untuk menjaga independensi karya tersebut.

Dalam film Pesta Babi, sumber dananya kata Dandhy berasal dari para kolaborator yang nama serta logonya ditampilkan dalam karya tersebut.

"Semua nama orangnya jelas, temen-temen bisa melihat logo-logo yang ada di poster film. Itulah para kolaborator. Jadi itulah lembaga-lembaga yang patungan untuk membiayai film ini," jelasnya.

Ia juga menyebut seluruh kru yang terlibat dalam produksi film bekerja tanpa menerima bayaran. Termasuk dirinya sebagai sutradara, serta Cypri Paju Pale selaku produser hingga director of photography dan videografer.

"Saya sebagai sutradara, Bang Cypri sutradara, para produser, para director of photography, videografer, itu enggak ada yang dibayar," katanya.

Dandhy mengatakan bentuk pendanaan yang dimaksud dalam film tersebut tidak sebatas nominal uang semata. Melainkan juga dalam bentuk alat ataupun tenaga.

"Jadi itulah urunannya dalam bentuk orang dan alat, bukan dalam bentuk duit. Temen-temen yang punya duit, dia nyumbang transport-nya gitu. Tapi enggak ada honor," tuturnya.

Baca Juga: Siapa Bohir Film Pesta Babi?

"Jadi kami semua bener-bener mengerjakan ini dengan gotong royong, dengan patungan, dan kami percaya bahwa usaha ini justru akan lebih membuat filmnya passionate," imbuhnya.