Tren pariwisata global menunjukkan perubahan signifikan. Wisatawan kini semakin tertarik pada destinasi alam yang indah sekaligus ramah lingkungan, terutama setelah pandemi. Daftar “100 Tempat Terindah di Dunia 2026” yang dirilis oleh Time Out menjadi salah satu rujukan utama bagi para pelancong dunia.
Daftar ini disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.500 responden, termasuk editor perjalanan dan traveler berpengalaman. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti keindahan alam (40%), budaya dan sejarah (25%), keberlanjutan lingkungan (20%), serta pengalaman wisata (15%).
Baca Juga: 11 Sekolah Internasional di Jakarta dengan Kualitas Global, Ini Daftar dan Keunggulannya
Menariknya, tren tahun 2026 menunjukkan pergeseran preferensi wisatawan yang mulai menghindari destinasi padat dan beralih ke lokasi yang lebih alami serta terjaga kelestariannya. Editor Time Out, Sarah Kyriacou, menyebut bahwa daftar ini berfokus pada tempat-tempat yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Destinasi Teratas Dunia
Posisi pertama ditempati oleh Lofoten Islands di Norwegia, yang memukau dengan pantai berpasir putih, pegunungan menjulang, serta fenomena cahaya utara (aurora) yang spektakuler.
Di posisi kedua, White Pocket di Amerika Serikat menawarkan formasi batu gurun berwarna-warni yang menyerupai lukisan alam, menjadikannya surga bagi pecinta fotografi panorama.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Negara Paling Aman untuk Wanita Solo Traveler
Sementara itu, Giant's Causeway menempati posisi ketiga. Situs warisan dunia UNESCO ini terkenal dengan sekitar 40.000 kolom batu berbentuk segi enam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik jutaan tahun lalu.
Beberapa destinasi lain yang masuk jajaran atas antara lain Antelope Canyon (peringkat 4) dengan efek cahaya dramatis di antara celah batu, serta Reynisfjara Beach (peringkat 5) yang dikenal dengan pasir hitam vulkanik, tebing basalt, dan ombak Atlantik yang kuat.
Dominasi Eropa dan Amerika Utara
Eropa mendominasi sekitar 30% dari daftar ini, menunjukkan kekuatan kawasan tersebut dalam menawarkan lanskap alam dan situs bersejarah. Selain Giant’s Causeway, destinasi seperti Reynisfjara Beach di Islandia juga menjadi sorotan karena keunikan geologinya.
Baca Juga: Negara Asia Tenggara Jadi Favorit Wisatawan Indonesia Selama Liburan Idulfitri
Di Amerika Utara, Abraham Lake (peringkat 7) menarik perhatian berkat fenomena gelembung es metana yang membeku di bawah permukaan danau, menjadikannya populer di media sosial.
Indonesia Bersinar di Asia
Di kawasan Asia, Indonesia patut berbangga karena dua destinasi masuk dalam daftar. Raja Ampat menempati peringkat 21 dan dijuluki sebagai “surga laut terakhir”. Kawasan ini memiliki lebih dari 1.500 pulau kecil, sekitar 1.500 spesies ikan, serta 700 jenis terumbu karang.
Keunggulan lain terletak pada upaya konservasi yang dilakukan, seperti pembatasan aktivitas yang merusak ekosistem serta pengembangan wisata berbasis komunitas.
Baca Juga: 5 Negara Tujuan Liburan Perawatan Diri Terfavorit 2026, Indonesia Masuk Daftar?
Sementara itu, Komodo National Park berada di peringkat 29. Destinasi ini merupakan habitat bagi sekitar 2.500 komodo, serta menawarkan lanskap padang savana, pantai berpasir merah muda, dan kekayaan bawah laut.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO, kawasan ini juga dikenal aktif dalam upaya pelestarian, termasuk pengendalian perburuan dan perlindungan ekosistem.
Menariknya, dua destinasi Indonesia ini berhasil melampaui sejumlah lokasi populer seperti Shiraito Falls dan El Nido, menegaskan kekuatan biodiversitas Nusantara di mata dunia.
Selain itu, sejumlah destinasi lain juga masuk dalam daftar, di antaranya Socotra Archipelago (peringkat 6) yang dikenal dengan flora unik seperti pohon darah naga, serta Salar de Uyuni (peringkat 8), gurun garam terbesar di dunia yang berubah menjadi cermin raksasa saat musim hujan.
Ada pula Tsingy de Bemaraha (peringkat 10) dengan lanskap karst tajam yang ekstrem, Milford Sound (peringkat 11) dengan fjord dramatis dan air terjun tinggi, serta Torres del Paine (peringkat 13) yang menawarkan panorama pegunungan es dan satwa liar khas Patagonia.