The Iconomics kembali menggelar ajang penghargaan tahunan 7th Anniversary Indonesia Top Bank Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja industri perbankan nasional. Sejumlah bank besar, seperti Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, hingga Bank Negara Indonesia (BNI), masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Indonesia Financial Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (25/6/2026). Selain bank, The Iconomics juga memberikan apresiasi kepada para bankir, perusahaan asuransi, dan multifinance yang dinilai menunjukkan kinerja positif.
Founder & CEO The Iconomics, Bram S. Putro, mengatakan penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi industri perbankan untuk terus menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik.
Baca Juga: The Iconomics Gelar 8th CSR Summit 2026, Ini Daftar Perusahaan yang Sabet Penghargaan!
"Penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik perbankan nasional untuk terus mencetak kinerja yang bagus di tengah tantangan global maupun domestik. Kami juga sangat mendorong perbankan untuk konsisten memainkan perannya dengan mengkatalisasi mesin pertumbuhan nasional," ujar Bram dalam keterangan pers yang diterima Olenka pada Jumat (03/07/2026).
Menurut The Iconomics, sektor jasa keuangan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional. Perbankan, melalui fungsi intermediasi, dinilai menjadi salah satu motor penggerak pembiayaan sektor produktif, investasi, serta stabilitas sistem keuangan.
Namun demikian, industri keuangan juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi suku bunga, volatilitas pasar keuangan, hingga percepatan transformasi digital yang menuntut penguatan manajemen risiko dan inovasi layanan.
Baca Juga: The Iconomics Anugerahkan Indonesia Best CEO Awards 2026, Ini Daftar Lengkap Penerimanya
Dalam penilaian Indonesia Top Bank Awards 2026, The Iconomics menyoroti aspek profitabilitas dan rentabilitas bank yang dikelompokkan berdasarkan kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI), bank syariah, hingga bank dengan modal inti di bawah Rp3 triliun.
Berikut daftar penerima Indonesia Top Bank Awards 2026 berdasarkan kategori:
KBMI 4
- PT Bank Central Asia Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
KBMI 3
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk
- PT Bank Permata Tbk
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
KBMI 2
- PT Bank Jakarta
- PT Bank Capital Indonesia Tbk
- PT Bank KB Indonesia Tbk
- PT Bank Maspion Indonesia Tbk
- PT Bank Pembangunan Daerah Bali
- PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk
KBMI 1
- PT Bank BCA Syariah
- PT Bank CTBC Indonesia
- PT Bank Digital BCA (BCA Digital)
- PT Bank Ganesha Tbk
- PT Bank Hibank Indonesia
- PT Bank INA Perdana Tbk
- PT Bank Multiarta Sentosa Tbk
- PT Bank Panin Tbk
- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat
- PT Bank Raya Indonesia Tbk
- PT Bank Victoria International Tbk
Kategori Khusus
- PT Bank Aladin Syariah Tbk – Digital Syariah Bank Category
- PT Bank Mega Syariah – Bank Umum Syariah KBMI 1 Category
- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) – Total Capital < Rp3 Trillion Category
- PT BPR Bank Sleman (Perseroda) – BPR Category
- PT Jalin Pembayaran Nusantara – Indonesia's Trusted Payment Infrastructure Category
Selain itu, The Iconomics juga menetapkan sepuluh tokoh sebagai Banker of The Year 2026. Mereka adalah Alexandra Askandar (BNI), Anggoro Eko Cahyo (BSI), Ho Danny Hartono (Bank MAS), I Nyoman Sudharma (Bank BPD Bali), Jahja Setiaatmadja (BCA), Kartika Wirjoatmodjo (BRI), Lani Darmawan (CIMB Niaga), Nixon L.P. Napitupulu (BTN), Timothy Utama (Bank Mandiri), serta Yuli Melati Suryaningrum (BCA Syariah).
Indonesia Financial Summit 2026 turut menghadirkan sejumlah pembicara dari regulator, pemerintah, hingga asosiasi industri, di antaranya Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar, Chief Economist Perbanas Winang Budoyo, serta Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono.