3. Ikan Rainbow Trout

Ikan rainbow trout memiliki cita rasa yang lembut dan padat nutrisi. Ikan ini tidak hanya kaya akan DHA dan EPA, tetapi juga menjadi salah satu sumber vitamin D makanan terbaik (porsi 85 gram memenuhi sekitar 81% kebutuhan harian). 

Reseptor vitamin D tersebar di seluruh jaringan otak, dan kadar vitamin D yang rendah sering dihubungkan dengan peningkatan risiko demensia serta penurunan daya ingat, terutama pada lansia.

4. Ikan Herring

Ikan hering tergolong sebagai ikan berlemak (fatty fish) yang menyuplai asam lemak omega-3 dalam jumlah yang sangat besar. 

Selain itu, ikan hering merupakan sumber vitamin B12 dan selenium yang baik. Karena ukurannya yang relatif kecil, ikan hering berada di rantai makanan bawah sehingga cenderung memiliki akumulasi merkuri yang jauh lebih rendah dibandingkan ikan pemangsa berukuran besar.

5. Ikan Sarden

Meskipun berukuran kecil, sarden menyimpan nutrisi yang sangat lengkap untuk otak. Sarden kaya akan omega-3, vitamin B12, vitamin D, kalsium, zink, hingga vitamin E. 

Vitamin E bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif. Sama seperti hering, sarden memiliki kadar merkuri yang aman dan rendah karena posisinya di dasar rantai makanan laut.

Menambahkan variasi ikan kaya omega-3 ke dalam pola makan harian adalah investasi sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan otak jangka panjang. 

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pilihlah metode memasak yang sehat seperti dipanggang, dikukus, atau ditim daripada digoreng dengan banyak minyak. 

Namun, jika kamu memiliki riwayat alergi makanan laut (seafood), kondisi asam urat tinggi, atau sedang hamil dan ingin memastikan porsi batas aman konsumsi merkuri harian, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi klinik atau ahli gizi terpercaya.