Selama paruh pertama tahun 2026, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan, merata di seluruh segmen usaha yang dijalankan. Emiten manufaktur komponen otomotif ini meraih pendapatan Rp3,157 triliun, naik 14% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,774 triliun.
Perusahaan juga mencatatkan laba sebesar Rp288,383 miliar pada periode ini, naik 18% secara tahuan (YoY).
Baca Juga: Penjualan BLES Naik 33% pada Semester I/2026
“Pertumbuhan pendapatan yang terjadi merata di seluruh segmen usaha Perseroan ini menunjukkan solidnya kinerja DRMA sebagai grup usaha. Tentu saja, pertumbuhan yang terjadi di seluruh segmen bisnis ini merupakan petunjuk tentang tingginya tingkat ketangguhan Perseroan dalam mengarungi pasar yang bergerak sangat dinamis,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).
Segmen Roda 2 (2W) menjadi kontributor terbesar dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,847 triliun, meningkat 7% YoY. Pendapatan dari segmen ini pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,734 triliun.
Di posisi kedua adalah pendapatan dari Segmen Roda 4 (4W) yang tumbuh signifikan sebesar 36% YoY menjadi Rp848 miliar. Pada periode yang sama di tahun 2025, segmen ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp622 miliar.
Adapun pendapatan dari Segmen Lain-Lain tumbuh 11% YoY menjadi Rp462 miliar. Pada tahun 2025, pendapatan dari Segmen Lain-Lain tercatat sebesar Rp418 miliar.
Kinerja yang meyakinkan hingga separuh pertama 2026 ini membuat DRMA optimis mampu mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Tahun ini, DRMA menargetkan kenaikan pendapatan double digit, yaitu sekitar 10%.
Untuk memastikan target tersebut dicapai, DRMA terus melakukan ekspansi. Antara lain dengan peningkatan kapasitas pabrik di wilayah Jababeka dan Bekasi, serta pengembangan produkproduk ekosistem kendaraan listrik (EV) melalui unit usaha Dharma Connect yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.