CarbonEthics meresmikan Rumah Karbon Biru (RKB) di Dusun Bungin, Desa Tanjungpakis, Kabupaten Karawang, Selasa (1/9/2026). Rumah ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk melanjutkan pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mengembangkan kapasitas dan mata pencaharian warga.

RKB dibangun setelah empat tahun pendampingan CarbonEthics bersama masyarakat Tanjungpakis. Sejak 2022, lebih dari 74.000 mangrove telah ditanam di area proyek seluas 6,4 hektare. Sebanyak 4 hektare di antaranya telah dipulihkan dengan tingkat kelangsungan hidup mangrove rata-rata 85 persen. Restorasi tersebut diperkirakan dapat menyerap lebih dari 4.900 ton setara karbon dioksida (tCO2e) dalam 20 tahun mendatang.

Baca Juga: SCG Dorong Ajak Berbagai Pihak Kembangkan Material Konstruksi Rendah Karbon

Upaya pemulihan lingkungan tersebut berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Program yang menjangkau warga di enam desa itu antara lain telah meningkatkan pendapatan petani sebesar 36 persen, mengembangkan budidaya 1.000 kilogram rumput laut, serta membangun 75 struktur pemecah ombak untuk membantu melindungi garis pantai dari abrasi.

Perwakilan Kantor Kelurahan Tanjungpakis, Damin, mengatakan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan mangrove yang telah ditanam dapat terus dirawat sehingga manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang. "Kita sudah dibantu oleh CarbonEthics dalam melakukan penanaman mangrove. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bersama-sama merawat mangrove tersebut agar dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat," ujarnya.

Co-Founder dan Chief Executive Officer CarbonEthics, Bimo Soewadji, mengatakan, RKB diharapkan menjadi tempat masyarakat belajar, bekerja sama, mengembangkan usaha, dan mengambil aksi untuk lingkungan. RKB memiliki empat pilar kegiatan, yakni Womenpreneurs Studio untuk pengembangan ekonomi komunitas perempuan; Youth Talent Hub untuk peningkatan keterampilan pemuda; Coastal Circular Economy untuk pengelolaan sampah; dan Coastal Resilience untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

"RKB akan berhasil ketika masyarakat mengambil peran di dalamnya, bersama-sama menjaga lingkungan dan membangun ketahanan wilayahnya," kata Bimo.

Peresmian RKB turut dihadiri pemerintah daerah, komunitas lokal, akademisi, mitra perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya. CarbonEthics mengapresiasi Allianz Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT PLN (Persero), dan PT Telkom International Indonesia yang mendukung penanaman mangrove di Tanjungpakis sepanjang 2023-2025. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi penanaman mangrove di Dusun Bungin.

Bimo berharap kolaborasi dengan masyarakat Tanjungpakis dapat terus berkembang setelah peresmian RKB. "Keberhasilan RKB bukan diukur dari seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dapat terus berjalan," tutupnya.