Tiga Cara Menerapkan 'Newspaper Test'

Prinsip ini tidak hanya dapat digunakan dalam keputusan besar perusahaan, tetapi juga dalam berbagai situasi sehari-hari. Ada tiga cara yang dapat membantu pemimpin menerapkannya.

1. Uji kemampuan menjelaskan keputusan

Cobalah menjelaskan keputusan dengan bahasa sederhana. Tanyakan apa yang dilakukan, siapa yang mendapatkan keuntungan, siapa yang menanggung risiko, dan mengapa keputusan tersebut dapat dibenarkan.

Jika keputusan sulit dijelaskan secara terbuka atau membuat Anda khawatir orang lain akan mempertanyakan motif di baliknya, itu bisa menjadi tanda bahwa keputusan tersebut perlu dievaluasi kembali.

2. Lihat dari sudut pandang pihak yang paling lemah

Pemimpin sering melihat keputusan dari perspektif organisasi dan kepentingan bisnis. Padahal, pertimbangan etis juga membutuhkan sudut pandang orang-orang yang memiliki posisi paling lemah.

Pertanyakan bagaimana keputusan tersebut berdampak kepada karyawan di garis depan. Apakah mereka harus menanggung konsekuensi yang kemungkinan tidak akan diterima oleh jajaran eksekutif?

Pertanyaan lainnya adalah apakah Anda akan mengambil keputusan yang sama jika posisi, gaji, atau keamanan pekerjaan Anda sendiri berada dalam risiko.

Keputusan yang terlihat rasional dari ruang rapat belum tentu terasa adil bagi orang-orang yang harus menjalankannya.

3. Ciptakan budaya yang memungkinkan orang menyampaikan keberatan

Tes surat kabar juga perlu menjadi bagian dari budaya perusahaan. Karyawan dan manajer harus merasa aman untuk mempertanyakan keputusan yang dianggap bermasalah.

Buffett dikenal memberikan ruang kepada para manajer Berkshire Hathaway untuk menghubunginya ketika mereka menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa persoalan etika sebaiknya dibicarakan sebelum keputusan dijalankan, bukan setelah masalah muncul.

Jika karyawan takut dihukum atau dianggap tidak loyal karena menyampaikan keberatan, mereka akan memilih diam. Padahal, budaya diam dapat membuat keputusan yang keliru terus berjalan.

Karena itu, pemimpin perlu membuka ruang bagi karyawan untuk mengatakan bahwa sesuatu terasa kurang tepat, mempertanyakan apakah sebuah tindakan yang legal justru bertentangan dengan tujuan aturan, hingga mengajukan pertanyaan sederhana tentang bagaimana keputusan tersebut akan dijelaskan kepada publik.

Baca Juga: Pelajaran Kepemimpinan Warren Buffett yang Jarang Dimiliki CEO Lain: Berani Mundur demi Perusahaan