Selain itu, terdapat AI Smart Product Optimisation yang membantu seller mengidentifikasi bagian-bagian listing yang masih dapat ditingkatkan, termasuk judul, deskripsi, dan gambar produk. Dengan demikian, seller tidak harus melakukan pengecekan dan pembaruan listing secara manual satu per satu.
“Melalui AI, seller dapat memperbaiki listing dalam hitungan menit. Hal ini membantu seller menampilkan produk secara lebih efektif dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik bagi konsumen,” kata Amelia.
Pemanfaatan AI juga dapat diterapkan pada aspek visual produk. Dalam bisnis e-commerce, foto menjadi salah satu elemen penting karena konsumen tidak dapat melihat atau menyentuh produk secara langsung.
AI dapat membantu seller meningkatkan kualitas visual, misalnya dengan merapikan latar belakang sehingga produk terlihat lebih bersih dan profesional.
Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan untuk kategori seperti fashion, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga yang sangat mengandalkan daya tarik visual.
Dengan tampilan produk yang lebih rapi, seller dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada calon pembeli sekaligus membangun kesan profesional terhadap tokonya.
Di sisi lain, perubahan tren dan perilaku pencarian konsumen juga membuat seller perlu rutin memperbarui informasi produk. AI dapat membantu seller menyesuaikan judul, deskripsi, dan kata kunci berdasarkan tren pencarian yang berkembang, termasuk istilah yang sedang populer di media sosial.
Penggunaan kata kunci yang lebih relevan dapat membantu produk ditemukan oleh konsumen yang sedang mencari barang dengan kebutuhan tertentu.
Dengan begitu, optimalisasi listing bukan hanya berkaitan dengan tampilan, tetapi juga bagaimana produk dapat lebih mudah terhubung dengan calon pembeli.
Efisiensi waktu menjadi manfaat lain yang tidak kalah penting. Bagi seller, mengelola toko online berarti harus menangani berbagai pekerjaan secara bersamaan, mulai dari membuat dan memperbarui listing hingga mengembangkan produk dan melayani pelanggan.
Kehadiran AI dapat membantu mengurangi pekerjaan repetitif sehingga seller memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan strategi bisnis.
Efisiensi tersebut memungkinkan seller membangun alur kerja yang lebih sistematis. Alih-alih menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan teknis dalam mengelola listing, seller dapat mengalokasikan lebih banyak energi untuk pengembangan produk, peningkatan layanan pelanggan, hingga strategi pemasaran dan pertumbuhan bisnis.
Lazada pun tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga menyediakan edukasi untuk membantu seller memahami cara memanfaatkannya secara optimal.
Melalui Lazada University, seller dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang mendukung pengembangan bisnis online.
Lazada juga secara rutin menggelar pelatihan bagi seller. Salah satunya Lazada Seller Creator Camp yang digelar pada 13 Agustus 2026 dengan menghadirkan para ahli untuk berbagi wawasan mengenai strategi pemasaran, branding, dan fotografi produk.
“Kami berkomitmen untuk membantu seller membangun bisnis yang berkelanjutan. Namun, faktor manusia tetap penting. Karena itu, kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” tutup Amelia.
Baca Juga: Strategi Lazada Jaga Transaksi di Tengah Tantangan Ekonomi