Tak hanya membantu mengendalikan gula darah, lanjut dr. Bobby, latihan kekuatan juga bermanfaat menjaga keseimbangan tubuh, mengurangi risiko jatuh, serta membantu mengontrol kolesterol dan tekanan darah.
Karena itu, kata dia, olahraga rutin dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh secara menyeluruh.
“Pertama agar tidak gampang cedera ataupun jatuh. Yang kedua untuk kendali gula, kolesterol dan tekanan darah. Semangat untuk melatih otot dan tulang di sepanjang usia,” tutur dr. Bobby.
dr. Bobby melanjutkan, prediabetes sendiri merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada di atas normal, namun belum masuk kategori diabetes.
Kondisi ini biasanya diketahui melalui pemeriksaan HbA1c, yaitu tes yang menggambarkan rata-rata kadar gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir.
“Secara umum, kadar HbA1c di bawah 5,7 persen dianggap normal, sementara rentang 5,7 hingga 6,4 persen termasuk prediabetes. Jika hasilnya mencapai 6,5 persen atau lebih, maka seseorang sudah masuk kategori diabetes,” terangnya.
Meski demikian, kata dr. Bobby, prediabetes masih dapat dicegah bahkan dibalikkan melalui perubahan gaya hidup yang sehat. Rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, tidur cukup, dan mengelola stres menjadi langkah penting agar kadar gula darah tetap terkendali.
“Karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup sejak sekarang menjadi kunci penting untuk mencegah risiko diabetes serta berbagai komplikasi kesehatan di kemudian hari,” pungkas dr. Bobby.
Baca Juga: Tidur dengan Bantal Tinggi Bisa Kurangi Asam Lambung Naik? Ini Kata Dokter Ahli