Ramadan tak lagi sekadar momen mempercantik diri. Bagi banyak perempuan Indonesia, bulan suci menjadi fase refleksi, termasuk dalam cara merawat diri secara lebih sadar dan bermakna.

Memasuki tahun ke-10, program Cantik Saat Lebaran (CSL) dari ZAP kembali hadir dengan pendekatan yang lebih relevan. Jika sebelumnya identik dengan hasil instan, tahun ini ZAP menekankan perawatan berbasis regenerasi kulit yang terukur, minim downtime, dan tetap natural.

Tak hanya itu, perayaan satu dekade ini juga ditandai dengan kolaborasi bersama HMNS melalui kampanye bertajuk “CANGI” (Cantik & Wangi), yang diwujudkan lewat program podcast Habib with The Beauty Season 2 bersama Habib Husein Ja’far dan 15 perempuan inspiratif.

Baca Juga: Prevalensi Obesitas Meningkat, ZAP Perkenalkan Pendekatan Beauty Longevity Lewat Program Z-Weight Loss

Tren Perawatan Ramadan 2026: Regeneratif dan Minim Downtime

Menurut tim medis ZAP, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menenangkan dan menstabilkan kondisi kulit, bukan melakukan overstimulasi. Perubahan pola tidur dan asupan cairan selama puasa kerap memengaruhi hidrasi serta fungsi skin barrier.

“Selama Ramadan, kulit cenderung mengalami perubahan hidrasi dan fungsi barrier akibat perubahan pola tidur dan asupan cairan, sehingga pendekatan yang paling tepat adalah treatment yang bersifat regeneratif, memperkuat skin barrier, serta menstimulasi kolagen secara bertahap agar hasilnya lebih stabil, natural, dan tetap minim downtime,” jelas dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP seperti keterangan yang diterima Olenka pada Selasa (24/02/2026).

Karena itu, kurasi treatment Ramadan 2026 difokuskan pada pendekatan regeneratif dan long-term skin investment. Beberapa perawatan yang menjadi sorotan antara lain:

  • Nucleofill, berbasis polinukleotida untuk membantu memperbaiki kualitas skin barrier dan mendukung regenerasi jaringan kulit secara bertahap dengan downtime minimal.
  • Juvelook, kombinasi Poly-L-Lactic Acid (PLA) dan Hyaluronic Acid (HA) yang merangsang produksi kolagen alami sekaligus memberikan hidrasi untuk hasil yang gradual dan natural.
  • Xela Rederm, mengandung Hyaluronic Acid dan succinic acid untuk memperbaiki kualitas dermis serta membantu stabilisasi pigmentasi.
  • Yellow Laser (577 nm), teknologi laser dengan panjang gelombang spesifik untuk membantu mengatasi pigmentasi dan kemerahan ringan.
  • Ultraformer (HIFU Technology), teknologi High Intensity Focused Ultrasound untuk membantu efek pengencangan kulit tanpa tindakan bedah.

Baca Juga: Awali 2026, ZAP Perluas Inovasi Skincare hingga Program Weight Loss Berbasis Medis

Selain itu, tersedia pula ZAP Facial Express, perawatan wajah enam langkah tanpa injeksi dan laser, mulai dari cleansing hingga proteksi, yang dirancang sebagai momen relaksasi ringan menjelang berbuka puasa.

Seluruh treatment tersebut dikemas dalam puluhan bundling khusus Ramadan yang disesuaikan dengan berbagai concern kulit, mulai dari kusam, flek dan melasma, acne scar, hingga anti-aging.

“CANGI”: Cantik dan Wangi dengan Makna

Di tahun ke-10 ini, Cantik Saat Lebaran tak hanya berbicara soal kulit, tetapi juga tentang identitas dan makna kehadiran diri. Melalui kampanye CANGI, ZAP dan HMNS menggabungkan perawatan diri dan ekspresi personal dalam satu narasi utuh.

Kolaborasi ini diwujudkan lewat program Habib with The Beauty Season 2 bersama Habib Husein Ja’far dalam format podcast santai dan reflektif. Program ini membahas kecantikan, kemandirian, karakter diri, hingga spiritualitas dalam sudut pandang yang relevan bagi generasi modern.

Season sebelumnya menghadirkan nama-nama seperti Pevita Pearce, Wulan Guritno, Luna Maya, dan Ayu Dewi, serta menjangkau lebih dari 6,6 juta penonton di YouTube.

Ramadan tahun ini, program diperluas menjadi 15 episode spesial dengan tamu baru seperti Prilly Latuconsina, Maia Estianty, Bunga Zainal, dan sejumlah sosok perempuan inspiratif lainnya.

Dalam setiap episode, Habib Jafar mengajak para tamu merefleksikan makna self-care sebagai bagian dari kesadaran dan rasa syukur.

Baca Juga: JUVA by ZAP Luncurkan InstaGlow Serum dengan Teknologi Visible Pink Capsule

“Cantik bukan sekadar soal wajah, tapi tentang niat dan keseimbangan. Merawat diri dengan cara yang baik dan tidak berlebihan adalah bagian dari menjaga amanah atas tubuh yang diberikan,” ujar Habib Husein Ja’far.

Dari sisi fragrance, kampanye ini juga memperluas makna kehadiran seseorang.

“Wangi adalah identitas yang tidak terlihat, tapi meninggalkan kesan. Ia melengkapi bagaimana seseorang membawa dirinya — dengan percaya diri dan karakter yang kuat,” ujar Rizky Arief, CEO HMNS.

Beauty Experience 360 Derajat

CSL 2026 juga menghadirkan pengalaman yang lebih luas melalui kolaborasi lintas brand, mulai dari Klamby dan Cotton Ink untuk modest fashion, Sour Sally (Yogulato) untuk momen berbuka yang lebih mindful, Blue Bird untuk kemudahan mobilitas, hingga Brawijaya Hospital dalam aspek kesehatan.

Program cross-promotion memungkinkan pelanggan mendapatkan berbagai keuntungan seperti voucher treatment, sample fragrance, hingga pengalaman belanja lintas brand.

Dengan jaringan lebih dari 100 outlet nasional yang mencakup ZAP Clinic, ZAP Premiere, dan MEN/O/LOGY, kampanye ini menjangkau konsumen dalam skala besar.

Dari Campaign Menjadi Tradisi

Selama satu dekade, Cantik Saat Lebaran berkembang dari program musiman menjadi tradisi tahunan bagi banyak pelanggan yang ingin menyambut Lebaran dengan versi diri terbaiknya.

“Selama sepuluh tahun, Cantik Saat Lebaran bukan hanya tentang perawatan. Ini tentang ritual. Tentang bagaimana perempuan Indonesia mempersiapkan diri dengan lebih sadar, baik secara fisik, emosional, dan spiritual, sebelum kembali ke momen kebersamaan di hari raya,” tutup Feriani, CMO ZAP.