Liburan sekolah menjadi momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk bepergian ke berbagai destinasi, baik di dalam maupun luar kota, demi melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Namun, liburan yang menyenangkan ternyata tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran atau mewahnya destinasi yang dikunjungi. Sejumlah penelitian yang berkembang dalam psikologi positif dan studi pariwisata telah menemukan, sejumlah kebiasaan bepergian yang dapat meningkatkan kebahagiaan, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan menciptakan kenangan yang lebih lama setelah liburan berakhir.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal seperti Frontiers in Psychology, International Journal of Wellbeing and Tourism Management menunjukkan bahwa para pelancong yang menyukai hal-hal baru, mempraktikkan rasa syukur, dan tetap hadir menikmati perjalanan yang jauh lebih memuaskan.
Menukil dari laman Times of India, Minggu (5/7/2026), berikut lima kebiasaan liburan yang bisa membuat lebih bahagia.
-
Cari Pengalaman Baru
Salah satu kebiasaan yang dimiliki pelancong paling bahagia adalah tidak ragu mencoba hal-hal baru di setiap perjalanan. Para peneliti menemukan bahwa mengeksplorasi tempat baru, mencicipi kuliner khas daerah, berjalan kaki menyusuri kawasan yang belum pernah dikunjungi, hingga mengikuti kegiatan budaya lokal dapat meningkatkan emosi positif.
Hal ini terjadi karena otak memandang pengalaman baru sebagai sesuatu yang bermakna dan memberikan stimulasi mental. Menariknya, pengalaman tersebut tidak harus mahal atau mewah.
Kamu bisa mengunjungi pasar tradisional, menghadiri festival kuliner, atau menjelajahi sudut-sudut kota yang belum banyak dikenal wisatawan. Pengalaman sederhana seperti ini justru sering kali meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibanding sekadar berbelanja atau mengunjungi destinasi populer.
Pada akhirnya, wisatawan yang paling bahagia bukanlah mereka yang menghabiskan uang paling banyak, melainkan mereka yang aktif mencari pengalaman baru yang tidak bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
-
Nikmati Perjalanan Santai
Pelancong yang paling bahagia umumnya tidak terpaku untuk mengunjungi sebanyak mungkin destinasi dalam waktu singkat. Alih-alih berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan tergesa-gesa, mereka memilih menikmati perjalanan dengan tempo yang lebih santai.
Baca Juga: Keluarga Indonesia Makin Gemar Habiskan Liburan di Rumah, Ini Alasannya
Sebuah penelitian yang melibatkan ratusan wisatawan menemukan bahwa mereka yang meluangkan waktu untuk menikmati pemandangan, mencicipi makanan lokal, atau sekadar mengobrol dengan warga setempat cenderung merasa lebih puas dengan liburannya. Sebaliknya, wisatawan yang terus memikirkan jadwal dan destinasi berikutnya justru lebih sulit menikmati momen yang sedang dijalani.
Karena itu, tak ada salahnya sesekali mengurangi jadwal yang terlalu padat saat berlibur. Memberi ruang untuk menikmati suasana dan membiarkan perjalanan mengalir apa adanya justru bisa menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan.
Tak jarang, kenangan terbaik selama liburan lahir dari momen-momen spontan yang sama sekali tidak direncanakan sebelumnya.
-
Perbanyak Interaksi Sosial
Bagi banyak pelancong, pengalaman terbaik saat liburan bukan hanya soal destinasi yang dikunjungi, tetapi juga orang-orang yang ditemui di sepanjang perjalanan. Mengobrol dengan pedagang lokal, mengikuti tur bersama wisatawan lain, atau sekadar berbagi meja makan bisa menjadi momen yang paling membekas.
Sejumlah penelitian di bidang pariwisata menunjukkan bahwa interaksi sosial yang bermakna selama perjalanan berkontribusi terhadap kebahagiaan saat itu juga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang. Pengalaman berbagi cerita dan menjalin koneksi dengan orang lain juga membuat perjalanan terasa lebih bermakna.
Selain itu, rasa bebas, kesempatan untuk belajar hal baru, hingga kenangan yang tercipta bersama orang lain menjadi bagian penting yang membuat liburan terasa lebih berharga. Tak heran jika pelancong yang paling bahagia sering kali pulang bukan hanya membawa oleh-oleh, tetapi juga cerita dan persahabatan baru.
-
Tidak Mengejar Liburan yang Sempurna
Keinginan untuk membuat setiap momen liburan terasa sempurna justru bisa menjadi bumerang. Terlalu sibuk mengejar itinerary yang padat atau ekspektasi tinggi sering kali membuat seseorang lupa menikmati perjalanan itu sendiri.
Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 1.500 responden. Hasilnya menunjukkan bahwa meski banyak orang merasa bersemangat menjelang liburan, hanya perjalanan yang benar-benar memberikan rasa rileks dan menyenangkan yang mampu menghadirkan kebahagiaan bahkan setelah mereka kembali ke rumah. Itulah sebabnya, tak sedikit orang yang pulang dari liburan justru merasa lebih lelah.
Karena itu, tak ada salahnya memberi ruang untuk beristirahat selama bepergian. Kamu tidak harus mengisi setiap jam dengan aktivitas atau mengejar semua destinasi yang ada dalam daftar.
Terkadang, momen terbaik saat liburan justru datang ketika kamu tidak melakukan apa pun selain menikmati suasana di sekitar. Itulah yang membuat perjalanan terasa lebih santai, bermakna, dan benar-benar menyegarkan.
-
Pulang dengan Rasa Syukur
Kebiasaan sederhana terakhir yang dimiliki pelancong paling bahagia adalah meluangkan waktu untuk mensyukuri pengalaman yang mereka dapatkan selama perjalanan. Bukan sekadar perasaan, manfaat rasa syukur ini juga didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.
Sebuah meta-analisis yang melibatkan lebih dari 24.000 peserta di 28 negara menemukan bahwa praktik bersyukur secara konsisten dapat meningkatkan kesejahteraan dan emosi positif, meski besarnya manfaat bisa berbeda di setiap budaya. Bahkan, hanya dengan mengingat tiga hal yang disyukuri setiap hari sudah dapat membantu memperbaiki suasana hati.
Daripada mengakhiri hari dengan menghitung berapa banyak destinasi yang berhasil dikunjungi, cobalah mengingat kembali momen-momen yang paling berkesan. Misalnya dengan bertanya pada diri sendiri, "Apa yang paling mengejutkanku hari ini?", "Siapa yang membuat hariku lebih menyenangkan?", atau "Momen apa yang akan terus kuingat bertahun-tahun dari sekarang?"
Cara sederhana ini dapat membantu mengalihkan fokus dari mengejar sebanyak mungkin tempat wisata menjadi benar-benar menikmati setiap pengalaman yang didapat selama perjalanan.