Menurut Noni, dunia bisnis saat ini berubah sangat cepat akibat perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pelanggan, hingga dinamika pasar. Karena itu, perusahaan harus memiliki cara berpikir yang berbeda agar tetap relevan.

"Ternyata dengan perubahan teknologi, perubahan kebutuhan, perubahan semualah yang ada, itu kita ternyata harus melihat dengan instrumen yang berbeda, kita harus melihat dengan cara menalar yang berbeda," jelasnya.

Filosofi tersebut kemudian diterapkan dalam berbagai strategi bisnis Bluebird. Salah satunya melalui pengembangan model bisnis yang lebih adaptif.

Menurut Noni, Bluebird tetap mempertahankan kepemilikan aset kendaraan dan pengelolaan operasional, tetapi juga membuka peluang bagi para pengemudi untuk memiliki kendaraan yang mereka gunakan setelah periode tertentu.

"Yang kita lakukan misalnya approval business model kita kan itu, jadi tetap aset dan maintenance operational dimiliki oleh perusahaan. Tetapi kita juga membuka kemungkinan kepada para pengemudi untuk bisa memiliki kendaraannya setelah sekian waktu. Jadi kita ada adaptasi-adaptasi," ujar Noni.

Tidak hanya itu, lanjut Noni, semangat adaptasi juga diwujudkan melalui ekspansi perusahaan di berbagai daerah.

Kini, Bluebird menggandeng pengusaha lokal melalui program Kawan Blue Bird, sehingga pertumbuhan perusahaan dapat berjalan bersama mitra di masing-masing wilayah.

"Cara kita berkembang di daerah-daerah tertentu, sekarang kita berkembang dengan cara Kawan Blue Bird. Jadi kita memberikan kesempatan kepada pengusaha daerah untuk bisa bersama-sama dengan Blue Bird berkembang. Jadi kita beradaptasi mengenai cara implementasinya," tutup Noni.

Baca Juga: Mengenal Sosok Noni Purnomo, Generasi Ketiga Bluebird Group