Growthmates, banyak orang mengukur kesehatan finansial dari besarnya gaji, jumlah tabungan, atau aset yang dimiliki.

Namun, menurut Certified Financial Planner, Annisa Steviani, kondisi keuangan yang benar-benar aman justru terlihat dari kebiasaan dan cara seseorang mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.

Annisa menuturkan bahwa salah satu indikator penting adalah ketika seluruh tabungan yang dimiliki sudah memiliki tujuan yang jelas.

Menurutnya, uang tidak lagi hanya tersimpan dalam satu rekening tanpa arah, melainkan telah dialokasikan sesuai kebutuhan dan target keuangan masing-masing.

"Ini tanda finansial kamu aman. Nggak punya tabungan biasa. Semua tabungan tuh udah ada namanya. Rekening A buat sehari-hari, reksa dana buat sekolah anak, logam mulia yang kamu beli terus itu sebenarnya tabungan apa," ungkap Annisa, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (22/6/2026).

Annisa melanjutkan, orang yang kondisi finansialnya sehat juga memahami dengan baik kebutuhan keuangan bulanan maupun tahunan. Mereka mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk berbagai tujuan, mulai dari kebutuhan rutin, pembayaran pajak, hingga pengeluaran tahunan lainnya.

Investasi pun, kata dia, dilakukan secara konsisten dan otomatis, bukan berdasarkan suasana hati atau tren sesaat.

Dikatakan Annisa, kemampuan menetapkan prioritas keuangan juga menjadi ciri penting. Seseorang yang sehat secara finansial mampu menolak pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana anggaran tanpa merasa malu atau minder.

"Tahu berapa budget keuangan bulanan dan tahunan. Invest rutin otomatis, nggak bergantung sama mood. Bisa nolak dan bilang nggak ada budgetnya. Nggak malu, nggak insecure perkara uang," kata Annisa.

Lebih jauh, Annisa menekankan bahwa kesehatan finansial tidak berarti menjadi pelit atau enggan membantu orang lain. Sebaliknya, seseorang tetap bisa berbagi dan membantu sesama, tetapi memahami batas kemampuan dirinya sendiri.

"Bisa berbagi tanpa takut kekurangan, tapi tahu batasan. Bisa nolak bantu orang kalau lebih banyak merugiin diri sendiri. Nggak bantu bayarin utang orang saat kamu sendiri kesulitan," jelasnya.

Baca Juga: Financial Planner Ungkap Siapa Sebenarnya Generasi Sandwich, Ternyata Bukan Hanya Anak Muda