Annisa juga mengingatkan bahwa waktu berkualitas bersama anak memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan hadiah, liburan, maupun barang-barang mewah.
Menurutnya, meluangkan waktu secara konsisten setiap hari akan memberikan dampak besar terhadap hubungan orang tua dan anak.
"Investasi waktu. Bukan liburan, bukan mainan, bukan barang branded. Tapi meluangkan waktu setiap hari, minimal 15 menit saja quality time sama anak. Nemenin anak main, belajar tanpa diganggu kerjaan apa pun," ungkap Annisa.
Di sisi lain, ia menilai, orang tua juga perlu meningkatkan literasi finansial. Memiliki tabungan atau investasi saja belum cukup apabila tidak memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan yang sehat.
"Udah nabung, udah punya emas, udah investasi, belum tentu literasi finansial kamu baik. Kamu tahu enggak harus punya dana darurat? Tahu enggak harus punya asuransi? Sudah mengusahakan dana pensiun belum? Tahu enggak ciri-ciri investasi bodong? Hal-hal itu sangat ngaruh banget sama masa depan anak," tuturnya.
Sementara itu, dana pendidikan yang selama ini kerap menjadi prioritas utama justru ditempatkan Annisa di urutan terakhir dalam daftar investasinya.
Menurutnya, biaya pendidikan masih dapat direncanakan dan disesuaikan dengan kemampuan keluarga, bahkan tersedia berbagai alternatif seperti beasiswa.
"Investasi dana pendidikan cuma nomor lima. Karena menurutku ini justru yang paling gampang. Kerja, kelola uang, nabung dari anaknya bayi, pilih sekolah yang sesuai kemampuan dan cocok sama value keluarga. Kuliah juga banyak opsi beasiswa," pungkas Annisa.
Baca Juga: Bukan Sekadar Punya Banyak Uang, Ini Tanda Keuangan Anda Sudah Aman Menurut Financial Planner