PT Bukalapak Tbk (BUKA) resmi mendorong ekspansi bisnis ke empat segmen bisnis utama usai menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web pada awal tahun 2025. Keempat segmen bisnis utama tersebut meliputi Mitra Bukalapak, gaming, investasi, dan ritel.
Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Lutfi, mengungkapkan bahwa transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk terus relevan dengan kebutuhan pasar.
"Hal ini memastikan bahwa setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Pertamina Untung Rp55,2 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Ia menambahkan, hasil awal dari transformasi strategis ini terlihat dari kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang tahun 2025, BUKA membukukan pendapatan sebesar Rp6,5 triliun, tumbuh 46% yoy dari Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan yang kuat ini menunjukkan bahwa semua lini bisnis utama perusahaan semakin berkontribusi terhadap kinerja keseluruhan perusahaan, sekaligus mendukung transformasi menuju profitabilitas yang berkelanjutan," lanjutnya.
Selain itu, aspek penting lainnya adalah BUKA berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada awal tahun 2026, di mana pendapatan meningkat sebesar 63% yoy dari Rp1,5 triliun di kuartal pertama 2025 (1Q25) menjadi Rp2,4 triliun di kuartal pertama 2026 (1Q26). BUKA juga berhasil mencapai milestone Adjusted EBITDA positif sebesar Rp4 miliar pada 1Q26, dari posisi negatif Rp20 miliar pada 1Q25, didorong oleh penguatan top-line serta optimalisasi operasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Gaji Sudah Dipotong PPh, Kenapa Pencairan JHT BPJS TK Dipotong Pajak Juga?
Langkah strategis perusahaan kini bertumpu pada akselerasi empat lini bisnis utama yang saling bersinergi. Pertama, melalui platform Online-to-Offline (O2O) Mitra Bukalapak, perusahaan berkomitmen memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya warung tradisional dan agen perorangan, lewat solusi B2B2C yang mentransformasi toko konvensional menjadi peritel modern terintegrasi. Sebagai pusat layanan digital lokal, Mitra Bukalapak memanfaatkan pendekatan distribusi multi-channel untuk menghadirkan variasi produk virtual seperti pulsa, paket data, token listrik, hingga voucher game.
Segmen bisnis Gaming, yang beroperasi di bawah Multi Realm Games (MRG), menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan BUKA. MRG berfungsi sebagai entitas holding yang mengintegrasikan ekosistem gaming BUKA, termasuk Lapakgaming, dan itemku. Platform-platform ini menyediakan layanan top-up instan, voucher digital, dan marketplace C2C aman yang didukung oleh sistem escrow, menumbuhkan kepercayaan di dalam komunitas gaming. MRG terus memperkuat kehadirannya di pasar global, regional, dan domestik melalui konsolidasi dan kolaborasi strategis.
Di bidang Investasi, BUKA menghadirkan BMoney, platform investasi berizin OJK yang fokus mendorong inklusi keuangan lewat akses instrumen yang terjangkau, seperti reksa dana, saham, obligasi, dan emas yang kini telah sukses mengelola AUM sebesar Rp6 triliun, menjangkau lebih dari 1 juta pengguna, serta mencatatkan profitabilitas yang konsisten.
Melengkapi portofolio tersebut, segmen bisnis Ritel terus menunjukkan tren positif dengan berfokus pada produk fashion dan gaya hidup yang mengedepankan kreativitas serta keberlanjutan. Melalui kemitraan strategis dengan merek-merek internasional seperti ADLV, National Geographic, dan LifeWork, serta pengembangan in-house brands yang solid, BUKA optimistis dapat memaksimalkan potensi segmen Ritel agar memberikan kontribusi yang semakin besar kepada kinerja keseluruhan perusahaan.
Melalui model bisnis yang lebih fokus ini, BUKA terus memaksimalkan potensi dari setiap segmen bisnisnya sembari memperkuat fundamental perusahaan agar menjadi lebih tangguh dan kompetitif di era digital.