Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar Pelatihan Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 bagi 133 pekebun asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat sehingga tidak hanya berhenti pada penerapan teknik budidaya. Bagaimanapun, kualitas panen dan penanganan pascapanen juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang bermutu.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik panen dan pascapanen sesuai standar. Peningkatan kompetensi ini diharapkan mampu menghasilkan TBS berkualitas, menekan kehilangan hasil (losses), sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan pekebun secara berkelanjutan.
Pelatihan yang digelar di Palembang ini diikuti peserta Angkatan VI, VII, VIII, dan IX. Sebanyak 35 peserta berasal dari Angkatan VI, 34 peserta dari Angkatan VII, serta masing-masing 32 peserta dari Angkatan VIII dan IX. Kegiatan ini juga melibatkan empat penyuluh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim dan dua penyuluh dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan untuk memperkuat pendampingan kepada pekebun di lapangan.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta mengikuti field trip (kunjungan lapangan) pada 23 Juli 2026 ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan. Kunjungan ini memberi kesempatan kepada peserta melihat langsung penerapan standar panen dan pengelolaan pascapanen di perusahaan, sehingga materi yang diperoleh di kelas dapat dipahami sekaligus diterapkan dalam praktik.
Seluruh peserta merupakan anggota empat koperasi pekebun sawit, yakni Koperasi Jasa Tani Sepakat Bersama Desa Air Enau, Koperasi Serasan Mulya Desa Sidomulyo, Koperasi Tani Mulia Desa Saka Jaya, dan Koperasi Subur Makmur Desa Muara Harapan.
Kepala Bagian Usaha Hulu PT Riset Perkebunan Nusantara, Fandi Hidayat, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen sesuai standar di lapangan.
"Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membekali peserta dengan praktik yang benar sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan dapat terus meningkat. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di kebun masing-masing dan disebarluaskan kepada pekebun lainnya," ungkap Fandi, dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
Fandi juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Program Pengembangan SDM Perkebunan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menilai peningkatan kapasitas pekebun di bidang panen dan pascapanen merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan perkebunan kelapa sawit rakyat.
Menurutnya, mutu TBS sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu panen, teknik pemanenan yang sesuai standar, hingga penanganan pascapanen yang baik. Apabila seluruh tahapan tersebut dijalankan dengan benar, kualitas hasil akan meningkat dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi pekebun.
"Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi untuk masa depan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim. Manfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dari para instruktur, aktif berdiskusi, kemudian menerapkan seluruh pengetahuan tersebut di kebun masing-masing serta membagikannya kepada kelompok tani lainnya," kata Dian saat membuka pelatihan.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan rakyat yang profesional, efisien, dan berdaya saing.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan pekebun dalam menerapkan teknik panen dan penanganan hasil panen sesuai standar industri.
Menurutnya, penerapan teknik panen yang benar tidak hanya meningkatkan kualitas TBS, tetapi juga mampu mengurangi kehilangan hasil di lapangan, meningkatkan efisiensi kerja, serta memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi pekebun.
"Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu meningkatkan produktivitas kebun, menghasilkan TBS yang lebih berkualitas, sekaligus mendorong pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim," ujarnya.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat kompetensi pekebun sawit rakyat di berbagai daerah. Penguasaan teknik panen dan pascapanen sesuai standar diharapkan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan kesejahteraan pekebun, sehingga perkebunan sawit rakyat semakin kompetitif dan berkelanjutan.