Ketua Panitia Workshop HPHT and Deepwater Wells SPE Asia Pasific, Firmansyah Arifin, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi para pelaku industri migas yang menghadapi tantangan pengembangan lapangan HPHT dan deepwater yang semakin kompleks.
Menurut Firmansyah, selama dua hari pelaksanaan workshop, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman, pembelajaran lapangan, serta wawasan teknis terkait berbagai aspek pengembangan sumur berisiko tinggi.
"Selama dua hari ke depan, workshop ini menjadi platform yang sangat berharga bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, practical lessons learned, dan wawasan teknis yang mencakup desain sumur, evaluasi subsurface, well control, reservoir management, flow assurance, digital enablement, strategi eksekusi proyek, hingga masa depan pengembangan HPHT dan deepwater," ujar Firmansyah.
Ia menambahkan, workshop juga menghadirkan sesi panel yang membahas pengelolaan teknologi, risiko, dan penciptaan nilai bisnis di tengah tingkat ketidakpastian yang tinggi.
"Kami juga menantikan diskusi yang bermakna dalam sesi panel mengenai bagaimana mengelola teknologi, risiko, dan value creation pada lingkungan operasi yang penuh ketidakpastian. Para pemimpin industri dan para ahli akan berbagi perspektif dalam menghadapi tantangan operasional maupun komersial yang terus berkembang," katanya.
Firmansyah berharap forum tersebut dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan industri energi serta mempercepat transfer pengetahuan untuk mendukung operasi yang lebih aman dan andal.
"Kami berharap workshop ini dapat mendorong dialog yang terbuka, memperkuat kolaborasi industri, serta menciptakan peluang berbagi pengetahuan yang memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan industri secara keseluruhan," tutupnya.