Amien Rais sedang menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Amien bahkan terang-terangan menuding Mayor Teddy sebagai kaum penyuka sesama jenis.
Pernyataan berani dan kontroversial itu kini dikritik sejumlah pihak, Amien dinilai sedang menggoreng isu hoaks sebab pernyataan yang ia lembar tak dibarengi bukti.
Baca Juga: Amien Ogah Cabut Pernyataan Soal Mayor Teddy
Kendati dikritik keras lantaran pernyataan menggemparkan itu, Amien tetap pada pendirian, alih-alih mencabut pernyataanya, ia justru menantang supaya kasus ini dibawa ke jalur hukum, ia berjanji membuktikan seluruh pernyataanya di muka hukum.
“Di pengadilan saya akan yakin sekali, tunjukkan! Saya minta beberapa dokter spesialis apakah betul dia itu gay atau bukan. Nah, gitu saja nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," kata Amien dilansir Senin (4/5/2026).
Terlepas dari sederet kontroversi itu, Amien selama ini memang dikenal sebagai politikus yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Tak hanya di era Prabowo, pada era sebelumnya, Amien juga kerap melontarkan berbagai kritik tajam atas sikap dan kebijakan yang dibuat pemerintah.
Bahkan di era Orde Baru, Amien tampil sebagai salah satu figur yang berani menentang pemerintahan kala itu, itu sebabnya Amien juga terlibat langsung dalam gerakan reformasi 1998 yang mengubah sejarah bangsa ini.
Sikap kritis Amien Rais diwariskan oleh orang tuanya. Ayahnya Suhud Rais dan ibunya Sudalmiyah Rais adalah tokoh kritis yang telah aktif berorganisasi khususnya organisasi Muhammadiyah sejak muda, karenanya Amien tumbuh dalam keluarga yang diajarkan bersikap kritis sejak dini.
Sepak Terjang Amien
Jauh sebelum memutuskan terjun ke dunia politik, Amien merupakan seorang akademisi yang mengabdikan diri di Universitas Gadjah Mada. Belum ada referensi yang menyebutkan secara gamblang masa bakti Amien di salah satu Universitas terbaik di Indonesia itu.
Setelah menjajal profesi dosen, Amien banting setir ke dunia politik, langkah itu masuk akal sebab latar belakang pendidikannya serta pengalaman berorganisasinya memang sangat mendukung.
Pada 1998 Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) yang langsung bertransformasi menjadi kendaraan politik yang mampu Amien melangkah jauh dalam kancah perpolitikan Tanah Air.
Lewat PAN, Amien sukses merengkuh posisi Ketua MPR kendati hasil pemilu 1999 kurang memuaskan bagi partai politik tersebut.
Pada 2004 Amien mulai memberanikan diri mencoba peruntungan baru. Ia ingin lebih jauh menjajal dunia perpolitikan Tanah Air, tetapi sayang langkahnya kandas.
Ketika itu Amien mencalonkan diri sebagai calon presiden yang didampingi oleh Siswono Yudo Husodo. Namun pasangan ini keok dengan perolehan suara yang kurang dari 15 persen suara nasional.
Sejak saat itu karier politik Amin hanya berputar-putar di situ saja tak ada lompatan tajam dalam karier politiknya, tak ada lagi jabatan mentereng di jajaran pemerintahan atau non pemerintahan yang ia emban. Bahkan lawan-lawan politiknya kerap mencapnya sebagai gelandangan politik.
Pada 2020 Amien resmi hengkang dari PAN, partai politik yang ia dirikan bertahun-tahun lalu itu resmi ditinggalkan dengan berbagai alasan, Amien kemudian mendirikan Partai Ummat ditahun yang sama dan bertahan di partai tersebut hingga kini.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan dasar Amien ia mulai dengan bersekolah di Sekolah Muhammadiyah Surakarta dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Tamat dari sekolah menengah atas, Amien berangkat ke Yogyakarta untuk kuliah di Universitas Gajah Mada pada fakultas ilmu politik. Saat itu juga ia mengambil kuliah lain di UIN Sunan Kalijaga di fakultas Tarbiyah.
Selama menjadi mahasiswa, ia dikenal sangat aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Ia bahkan pernah menjadi ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Yogyakarta dan ketua dari lembaga dakwah Himpunan Mahasiswa Islam cabang Yogyakarta.
Setelah menamatkan kuliahnya di UGM pada tahun 1968 dan di UIN Sunan Kalijaga ia tuntaskan pada tahun 1969, Amien Rais kemudian melanjutkan kuliahnya di luar negeri.
Pendidikan Masternya ia tempuh di University of Notre Dame, di wilayah Indiana, Amerika Serikat di jurusan Ilmu Politik. Ia menyelesaikan pendidikannya tersebut pada tahun 1974.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1981 Amien melanjutkan pendidikan S3 atau doktoralnya di University of Chicago, Amerika Serikat. Ia selesai pada tahun 1984 dengan judul disertasi The Moslem Brotherhood in Egypt: its Rise, Demise, and resurgence.
Amien juga mengikuti program Post-Doctoral Program di George Washington University di tahun 1986 dan di University of California, Los Angeles pada tahun 1988.