Di tengah perubahan tren fashion dan persaingan industri yang semakin ketat, mempertahankan eksistensi sebuah brand selama empat dekade bukanlah perkara mudah. Namun, merek pakaian dalam Sorella berhasil membuktikan konsistensinya dengan merayakan perjalanan 40 tahun di Indonesia pada Jumat (6/11/2026).

Hadir sejak 1986, brand asal Taiwan yang berada di bawah naungan PT Megariamas Sentosa ini telah melalui berbagai perubahan industri. Dari yang awalnya mengandalkan jaringan ritel tradisional, Sorella kini telah berkembang dengan jangkauan hampir 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.

Perjalanan panjang tersebut tentu tidak lepas dari strategi perusahaan dalam membaca perubahan pasar, mengembangkan produk, hingga menjaga hubungan dengan konsumen lintas generasi. Lantas, bagaimana Sorella mempertahankan relevansinya selama 40 tahun?

Inovasi Produk Berbasis Kebutuhan Nyata Perempuan Indonesia

Salah satu strategi utama Sorella adalah memahami perubahan gaya hidup dan kebutuhan perempuan Indonesia di berbagai fase kehidupan. Berawal dari produk bra dasar pada 1986, perusahaan secara bertahap memperluas lini produknya untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Head of Product Development PT Megariamas Sentosa, Jenny Chandra, menjelaskan bahwa pengembangan produk Sorella dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para konsumennya.

“Kuncinya adalah berinovasi terus dan selalu mengikuti keinginan wanita Indonesia. Kami memulainya dari bra dasar, lalu pelan-pelan ekspansi ke lini produk lain seperti Maternity Collection untuk ibu hamil, Body Collection (korset, girdle, torso), Full Figure untuk plus size, hingga koleksi Seamless yang kini jadi best seller," ujar Jenny.

Baca Juga: Sorella dan Lovepink Ajak Perempuan Peduli Kesehatan Payudara, Dukung 10.000 USG Gratis

Diversifikasi tersebut menjadi salah satu cara Sorella menjangkau perempuan dengan kebutuhan berbeda, mulai dari ibu hamil hingga konsumen yang membutuhkan pakaian dalam dengan ukuran lebih beragam.

Adaptasi Teknologi Material untuk Iklim Tropis

Selain memperhatikan kebutuhan konsumen, pengembangan produk juga mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia. Iklim yang cenderung panas dan lembap membuat kenyamanan material menjadi salah satu aspek penting dalam produk pakaian dalam.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Sorella menghadirkan pembaruan teknologi material melalui penggunaan padding berteknologi breathable serta fitur cooling effect yang dirancang untuk memberikan sensasi lebih sejuk dan membantu mengurangi kelembapan.

Melalui inovasi ini, produk tidak hanya ditujukan untuk memberikan dukungan dan bentuk yang sesuai bagi tubuh (The Right Support), tetapi juga mengutamakan kenyamanan saat digunakan sehari-hari (The Ultimate Comfort).

Dari Pasar Tradisional hingga Merangkul Gen Z

Perjalanan Sorella juga memperlihatkan bagaimana perusahaan beradaptasi dengan perubahan pola belanja masyarakat. Pada era 1980-an hingga 1990-an, Sorella mengawali ekspansi melalui toko-toko lokal dan sejumlah pusat perdagangan, seperti Pasar Baru, Mangga Dua, Gajah Mada, serta pusat perbelanjaan di Medan dan Surabaya.

Baca Juga: Sorella dan Lovepink Ajak Mahasiswi Atma Jaya Lawan Kanker Payudara: Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Seiring perkembangan pasar, perusahaan memperluas distribusinya melalui department store, membuka independent showroom, hingga mengembangkan kanal e-commerce setelah pandemi COVID-19.

Perubahan strategi distribusi tersebut turut diikuti dengan penyesuaian produk untuk menjangkau konsumen yang lebih muda, termasuk generasi Z. Kelompok konsumen ini cenderung mencari produk yang praktis dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu upaya yang dilakukan Sorella adalah menghadirkan koleksi seamless dengan model slip-on tanpa detail renda yang kompleks. Penggunaan material yang lebih ramah di kulit, seperti katun bambu (bamboo cotton), juga menjadi bagian dari pengembangan produknya.

Menjaga Loyalitas Pelanggan hingga Tiga Generasi

Di tengah persaingan brand yang semakin beragam, loyalitas konsumen menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan bisnis. Hal ini pula yang berusaha dijaga Sorella melalui hubungan jangka panjang dengan para pelanggannya.

Nama "Sorella" sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti saudara perempuan (sisters). Filosofi tersebut mencerminkan keinginan brand untuk menjadi bagian dari perjalanan hidup perempuan, mulai dari masa muda hingga memasuki berbagai fase kehidupan.

Dalam perayaan 40 tahun di Indonesia, Sorella memberikan penghargaan khusus bertajuk Customer Appreciation. Salah satunya adalah The Three-Generation Legacy, yang diberikan kepada keluarga pelanggan yang telah menggunakan produk Sorella secara turun-temurun, mulai dari nenek, ibu, hingga anak dan cucu.

Jenny mengatakan, hubungan dengan pelanggan tidak hanya terbentuk melalui produk yang digunakan, tetapi juga pengalaman dan perjalanan hidup yang menyertainya.

"Sorella bukan lagi sekadar produk yang dipakai sehari-hari, melainkan sudah menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup mereka. Mulai dari mereka muda, menikah, hamil, hingga menjadi tua. Banyak pelanggan yang mengenalkan Sorella kepada anak-cucunya," jelas Jenny.

Penghargaan tersebut menjadi gambaran bagaimana kepercayaan konsumen dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bagi sebuah brand yang telah beroperasi selama empat dekade, hubungan semacam ini menjadi salah satu modal penting untuk mempertahankan eksistensi di tengah perubahan pasar.

Menyeimbangkan Penjualan Online dan Offline

Di tengah pertumbuhan perdagangan digital, Sorella tetap mempertahankan keberadaan toko fisiknya. Strategi ini berkaitan dengan karakter produk pakaian dalam yang membutuhkan pengalaman berbelanja lebih personal.

Jenny menilai, konsumen intimate wear di Indonesia masih membutuhkan interaksi langsung sebelum memutuskan membeli produk. Mulai dari merasakan tekstur bahan, mencoba ukuran yang sesuai, hingga berkonsultasi mengenai fitting dengan staf toko.

Karena itu, perusahaan tetap mengembangkan pendekatan omnichannel dengan menggabungkan kemudahan berbelanja secara online dan pengalaman langsung melalui toko fisik.

Pendekatan tersebut memungkinkan konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam berbelanja, sekaligus membantu perusahaan menjangkau pelanggan dengan kebiasaan dan preferensi yang berbeda.

Menatap Babak Baru Setelah Empat Dekade

Memasuki usia 40 tahun, perjalanan Sorella menunjukkan bahwa mempertahankan eksistensi di industri fashion tidak hanya bergantung pada kemampuan mengikuti tren. Pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, inovasi produk, perluasan distribusi, serta hubungan jangka panjang dengan pelanggan turut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.

Berbekal komitmen Quality, Comfort, and Trust, Sorella optimistis melanjutkan perjalanannya di industri intimate wear Indonesia. Perusahaan pun berupaya mempertahankan posisinya sebagai brand yang menemani perempuan dalam berbagai fase kehidupan, sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.