Nama Ray Wagiu Basrowi mungkin sudah tak asing di dunia kesehatan dan nutrisi Indonesia. Dokter sekaligus peneliti ini dikenal aktif melakukan berbagai riset ilmiah, mengajar, hingga mendirikan Health Collaborative Centre (HCC) sebagai wadah kolaborasi di bidang kesehatan.
Pria kelahiran Manado, 7 Juli 1977 ini juga aktif sebagai pengajar di Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Tak hanya itu, Ray turut terlibat dalam berbagai organisasi sosial dan ilmiah yang berfokus pada isu kesehatan masyarakat dan nutrisi.
Sepanjang kariernya, Ray telah mempublikasikan lebih dari 50 artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Kiprahnya sebagai dokter komunitas, peneliti, dan akademisi membuat sosoknya cukup dikenal dalam pengembangan edukasi kesehatan berbasis riset ilmiah di Indonesia.
Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (10/5/2026), untuk mengebal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier dr. Ray Wagiu Basrowi.
Latar Pendidikan
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., FRSPH, memiliki latar pendidikan yang begitu gemilang. Ia melanjutkan studinya di Universitas Sam Ratulangi melalui jalur prestasi setelah menyelesaikan pendidikan SMA pada 1995.
Perjalanan akademiknya berlanjut pada 2010 saat Ray menempuh pendidikan magister di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Dalam studi tersebut, ia fokus meneliti isu laktasi, pemberian nutrisi, serta menyusui pada ibu bekerja.
Tak berhenti sampai di sana, pada 2019 Ray kembali melanjutkan pendidikan doktoral di FKUI. Disertasinya membahas mengenai formulasi model promosi laktasi di lingkungan kerja di Indonesia.