"Saya hanya ber-IQ average, jadi lebih baik kita tidak melihat para genius itu sebagai model, karena mereka tentunya mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu sehingga bisa meniadakan pendidikan formal,” tukasnya. 

Pada akhirnya, kesuksesan bukan hanya soal mengikuti jejak orang lain. Kisah para genius memang bisa menjadi inspirasi, tetapi bukan berarti harus ditiru mentah-mentah.

Alih-alih terus membandingkan diri dengan mereka yang memiliki kondisi berbeda, lebih penting untuk mengenali kemampuan diri, memanfaatkan kesempatan yang dimiliki, dan terus mengembangkan diri melalui proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Sebab, setiap orang memiliki garis “start” yang berbeda. Perlu juga diingat, yang menentukan bukan seberapa mirip perjalanan kita dengan orang lain, melainkan seberapa konsisten kita bertumbuh dengan potensi yang dimiliki.