Tren mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh kini semakin populer. Banyak orang rutin mengonsumsi vitamin C, vitamin B, vitamin D3, hingga kalsium dengan harapan tubuh menjadi lebih sehat dan kuat.
Namun, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM., mengingatkan bahwa konsumsi vitamin tidak selalu 100 persen aman, terutama jika dilakukan secara berlebihan.
Menurut Prof. Zubairi, orang yang sudah menjalani pola hidup sehat sebenarnya tidak membutuhkan tambahan suplemen dalam jumlah banyak.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan nutrisi harian umumnya sudah dapat dipenuhi melalui makanan bergizi.
“Kalau kita makan teratur, makan sayur dan buah setiap hari, hidup sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol, maka kita sehat, tidak perlu tambahan suplemen atau vitamin lain,” ungkap Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Sabtu (9/5/2026).
Prof. Zubairi menegaskan, vitamin tetap boleh dikonsumsi, tetapi harus dalam batas wajar.
“Kalau masih ingin banget, boleh 1-2 tablet seminggu. Asal jangan berlebihan,” katanya.
Ia pun mencontohkan sejumlah kasus yang menunjukkan efek negatif konsumsi vitamin secara berlebihan. Salah satunya adalah vitamin B6 yang saat ini menjadi perhatian di Australia.
“Vitamin B6 ternyata malah bikin gangguan di pembuluh saraf dan berbagai organ tubuh lain, sehingga menjadi masalah berat di Australia,” jelasnya.
Selain vitamin B6, Prof. Zubairi juga menyoroti vitamin D3 yang memang penting untuk kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Namun, kata dia, konsumsi berlebihan tetap bisa menimbulkan risiko kesehatan.
“Vitamin D3 menyebabkan absorpsi kalsium meningkat, menyebabkan kalsium masuk ke tulang. Tulang kita jadi sehat, kuat. Tapi kalau kelebihan, bisa jadi batu ginjal,” ungkapnya.
Baca Juga: Tren Diabetes Usia Muda Meningkat, Ini Penjelasan Dokter Ahli