Beberapa produk kosmetik dekoratif bahkan mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi. Produk foundation mencatatkan peningkatan hingga 96 persen, diikuti maskara yang naik 65 persen serta bedak yang tumbuh 43 persen.

Di sisi lain, tren gaya hidup sehat juga turut mendorong penjualan kategori kesehatan, khususnya suplemen kecantikan yang meningkat hingga 66 persen. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya tren wellness atau konsep “cantik dari dalam” selama bulan puasa.

Menanggapi fenomena tersebut, CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menilai, pola lonjakan belanja yang selalu muncul setiap Ramadan menjadi indikator penting bagi pertumbuhan pasar FMCG di kanal digital. Ia menyebutkan bahwa momentum musiman seperti Ramadan dan Lebaran terus memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan transaksi e-commerce di Indonesia.

“Adanya lonjakan musiman dari perayaan Ramadan setiap tahunnya membuat Compas.co.id semakin optimis bahwa di penghujung tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan menembus angka Rp155 triliun,” terang Hanindia, dikutip Rabu (11/3/2026).

Melalui laporan FMCG E-commerce Outlook Report 2026, Compas.co.id mengajak pelaku industri FMCG untuk memanfaatkan data dan insight pasar sebagai dasar dalam menyusun strategi bisnis.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk merancang distribusi, menentukan strategi pemasaran, hingga mengatur ketersediaan stok produk secara lebih presisi sepanjang tahun 2026.

Dengan pendekatan berbasis data, pelaku industri diharapkan mampu menavigasi peluang pasar yang semakin kompetitif di ekosistem e-commerce Indonesia.

Baca Juga: Ini Dia Kue Kering Lebaran Terfavorit Tahun 2025 Menurut Riset