Equinix, Inc. (Nasdaq: EQIX), perusahaan infrastruktur digital dunia, mengumumkan bahwa All Nippon Airways Co., Ltd. (ANA) telah mentransformasi infrastruktur digitalnya dengan Equinix Fabric® untuk mendukung layanan penumpang generasi berikutnya, termasuk reservasi, boarding, komunikasi pelanggan, dan sistem operasional. Menghadapi proyeksi peningkatan volume data global hingga 10 kali lipat, maskapai terkemuka Jepang tersebut membangun hub jaringan cloud yang terpusat.

Langkah ini memangkas waktu penyediaan jaringan sekitar 80%, sehingga sumber daya dapat dialihkan untuk mendukung pengembangan dan pengujian aplikasi. Fondasi digital yang lebih fleksibel ini memungkinkan ANA mempercepat pengujian aplikasi, meningkatkan agilitas bisnis, serta menargetkan pengurangan total biaya kepemilikan selama lima tahun hingga 30%.

Baca Juga: Equinix Perluas Konektivitas Microsoft Azure di Indonesia

Penerapan Equinix Fabric oleh ANA mencerminkan pergeseran yang lebih luas ini dengan mentransformasi jaringannya menjadi fondasi digital yang siap mendukung masa depan, meningkatkan layanan penumpang, memperkuat kelincahan bisnis, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Melalui Equinix Fabric, ANA mempercepat penerapan konektivitas, meningkatkan efisiensi biaya, serta memperkuat kemampuannya dalam mendukung pengalaman penumpang generasi berikutnya yang didukung oleh data. Equinix membantu ANA memastikan keamanan dan kepatuhan melalui konektivitas privat, penerapan kebijakan keamanan terpusat yang konsisten, serta keselarasan dengan kerangka keamanan modern.

Jun Nakazato, Manager, IT Infrastructure Team, Digital Governance Department, Digital Transformation Division, All Nippon Airways, mengatakan, “Ekspansi bisnis kami yang pesat menuntut jaringan dengan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya. Alih-alih terus memperluas lingkungan jaringan yang sudah ada, kami menyadari bahwa penerapan network-as-a-service merupakan langkah paling efektif ke depan. Equinix Fabric menghadirkan fondasi dinamis yang kami butuhkan untuk melakukan skalabilitas secara fleksibel. Equinix bukan sekadar vendor, melainkan mitra strategis yang penting dalam memodernisasi sistem global kami dan mendukung pertumbuhan kami di masa depan.”

Dengan mengoperasikan sekitar 280 pesawat di lebih dari 200 rute domestik dan internasional, operasi ANA didukung oleh infrastruktur digital yang sangat andal sebagai fondasi bagi layanan penumpang yang bersifat kritis, termasuk reservasi, boarding, komunikasi pelanggan, dan sistem operasional. Seiring ANA mengembangkan bisnisnya serta mempercepat adopsi lingkungan hybrid dan multicloud, perusahaan menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengintegrasikan sistem yang semakin kompleks, sembari mempertahankan kecepatan, fleksibilitas, dan keandalan yang diharapkan dari maskapai kelas dunia. Arsitektur jaringan tradisional yang mengandalkan sirkuit khusus bagi setiap sistem menjadi semakin kompleks dan mahal untuk ditingkatkan skalanya seiring kebutuhan konektivitas terus berkembang.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ANA merancang ulang arsitektur jaringannya dengan hub jaringan cloud terpusat yang didukung oleh Equinix Fabric. Platform interkoneksi berbasis perangkat lunak (software-defined) ini memungkinkan konektivitas yang aman dan on-demand ke penyedia cloud terkemuka, termasuk Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud, tanpa perlu membangun sirkuit fisik tambahan.

Dengan memusatkan konektivitas melalui Equinix Fabric, ANA telah mentransformasi jaringannya dari infrastruktur yang sebelumnya disediakan secara tradisional menjadi platform yang lebih fleksibel dan berbasis perangkat lunak (software-defined). Hub jaringan cloud tersebut menyediakan akses yang aman dan on demand ke lingkungan cloud terkemuka, sekaligus memungkinkan ANA untuk meningkatkan skala konektivitas secara lebih efisien seiring perubahan kebutuhan bisnis.

Kuniko Ogawa, Managing Director, Japan, Equinix, mengatakan, “Penerapan Equinix Fabric oleh ANA menunjukkan berbagai kemungkinan yang dapat dicapai ketika perusahaan mengubah cara mereka memanfaatkan infrastruktur, bukan dengan mengganti seluruh sistem yang ada, melainkan dengan menambahkan kecerdasan dan fleksibilitas di atas infrastruktur fisik yang andal. Kami bangga dapat mendukung ANA dalam membangun fondasi digital yang mampu menangani kebutuhan data di masa depan, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang saat ini.”