Di kesempatan yang sama, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., menilai, pengembangan SDM merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

"Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas. Tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks, sehingga regenerasi talenta perkebunan harus dipersiapkan sejak sekarang,” tukas Iim.

“Program Beasiswa SDM Sawit menjadi langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia," sambung Iim.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas SDM sawit saat ini sangat besar, sehingga akses pendidikan harus terus diperluas.

"Kebutuhan peningkatan kapasitas teman-teman di sektor sawit ini luar biasa. Beasiswa ini membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik," katanya.

Iim melanjutkan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada peserta dari keluarga kurang mampu dan wilayah afirmasi seperti Papua, daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta kawasan perbatasan.

Untuk peserta afirmasi, kata dia, proses seleksi dibuat lebih inklusif. Mereka cukup mengikuti tahap wawancara tanpa harus menjalani seleksi akademik.

Iim juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan program beasiswa.

"Beasiswa ini sama sekali gratis, tidak dipungut biaya. Kalau ada pihak-pihak yang menyampaikan bisa membantu dengan meminta sejumlah uang, itu mohon diabaikan. Seluruh proses terbuka, transparan, dan serba online," tegasnya.

Baca Juga: BPDP Sosialisasikan Beasiswa Sawit di Papua Barat Daya, Dorong Akses Pendidikan dan Kesetaraan Gender