Selama 37 tahun beroperasi di Indonesia, Bank DBS Indonesia melihat bagaimana pertumbuhan bukan hanya dipengaruhi oleh akses modal, melainkan pada pemahaman lebih kuat terhadap risiko, arah pergerakan ekonomi, sekaligus momentum pengambilan keputusan. Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menjelaskan bahwa hal ini mencerminkan pergeseran fundamental dalam peran sektor keuangan.

“Perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan dan menangkap peluang baru. Dengan memanfaatkan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), kami menghadirkan wawasan yang lebih cepat, relevan, dan mendalam bagi nasabah. Kami meyakini pada masa depan nilai perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi oleh kemampuan untuk memberikan insight yang membantu nasabah menavigasi dinamika ekonomi dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ujarnya, dikutip Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: DBS Treasures Catat Kenaikan NPAT 289% hingga Mei 2026

Komitmen tersebut sejalan dengan rekam jejak DBS Bank Ltd yang dinobatkan sebagai “Safest Bank in Asia” oleh Global Finance selama 17 tahun berturut-turut dan menjadi upaya jangka panjang dalam memberikan rasa aman dalam bertransaksi. Sementara itu, kapabilitas kuat Bank DBS Indonesia mendukung nasabah melalui layanan strategis, di antaranya:

  • DBS Research dan CIO Insights yang memberikan nasabah individu maupun korporasi akses terhadap insights yang cepat dan mendalam untuk mengambil keputusan. Informasi dikemas oleh pakar secara timely, cepat dan tepat untuk memberikan gambaran potensi dampak makroekonomi dan pergerakan pasar;
  • Konektivitas Asia yang siap membantu korporasi berekspansi di Indonesia dan sebaliknya melalui jaringan luas DBS Group di Asia.

Bank DBS Indonesia akan terus fokus pada strategi memperkuat produk dan layanan sebagai growth drivers, di antaranya untuk Wealth Management dan Nasabah Prioritas yang pertumbuhan sebesar 11% YoY dengan total Assets Under Management (AUM) SGD5.447 juta sepanjang 2025. Ke depan, pertumbuhan ini akan terus dicapai dengan memperluas basis nasabah melalui kolaborasi, menyediakan solusi pengelolaan kekayaan yang berkelanjutan, dan meningkatkan kapabilitas RM untuk memberikan wawasan dengan lebih komprehensif.

Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) turut menjadi fokus krusial Bank DBS Indonesia dalam transformasinya menuju Best AI-enabled bank with a heart atau bank yang mengoptimalkan teknologi AI dengan memadukan kemampuan terbaik mesin dengan empati, kreativitas, dan penilaian manusia untuk memberikan solusi perbankan yang terpercaya.

“Filosofi SDM kami adalah save our people, not jobs. Karenanya, kami memanfaatkan AI untuk menciptakan kapasitas dan menyalurkannya ke area prioritas dan pertumbuhan. Seiring kemajuan transformasi AI, kami melihat peluang baru bagi sektor SDM karena pekerjaan dan tanggung jawab baru bermunculan. Kemajuan teknologi ini akan mendukung fokus kami dalam menciptakan peran yang membantu bank bertumbuh serta menjaganya tetap aman,” tambah Lim Chu Chong.

“Pertumbuhan yang relevan ke depan bukan hanya tentang kinerja finansial, melainkan tentang bagaimana perbankan dapat ikut berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Kami memiliki dedikasi kuat untuk terus beroperasi dengan prinsip Best Bank for a Better World dalam membantu nasabah bertumbuh sekaligus menghadirkan dampak positif secara lebih luas lagi,” pungkasnya.