Pernyataan ini disampaikan Fernando Emas merespon umpatan Prabowo yang menyebut ‘pengamat goblok’ dalam pidatonya peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di JICC, Jakarta, Rabu (18/9/2026) malam.

Baca Juga: Bisa-bisanya Presiden dengan Kesadaran Penuh Keluarkan Kata-kata Preman di Ruang Publik, Miris!

"Reaksi reaktif terhadap kritik ini memunculkan anggapan bahwa Prabowo Subianto menampilkan sosok pemimpin yang arogan. Alih-alih membuka diri terhadap berbagai evaluasi demi penyempurnaan program kerja, umpatan tersebut dinilai lebihm pantas menjadi bahan introspeksi bagi sang presiden sendiri," kata Fernando Emas kepada wartawan Senin (21/9/2026).

Arogansi Prabowo kata Fernando jelas menjadi batu sandungan yang menghalangi jalannya di kancah politik nasional, jangankan dua periode menjadi Presiden, Fernando justru ragu Prabowo menuntaskan kepemimpinannya hingga 2029 mendatang. Apabila ia tak segera berbenah maka pemerintahannya bisa jatuh di tengah jalan.

"Jika gaya kepemimpinan tertutup dan emosional ini terus dipertahankan, muncul keraguan besar bahwa ia mampu menuntaskan kepemimpinannya hingga tahun 2029," tambahnya.

“Menuntaskan masa jabatan periode pertama dengan kondisi politik yang stabil dinilai akan menjadi tantangan yang sangat berat, dengan potensi pergolakan yang membuka peluang turunnya kekuasaan sebelum masa jabatan resmi berakhir," tambahnya.

Terpisah Mantan pengacara Roy Suryo, Ahmad Khozinudin juga melontarkan kritik keras atas umpatan presiden itu.Menurutnya Presiden tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan tersebut, itu adalah kalimat yang sangat tidak pantas dari seorang kepala negara.

Khozinudin mengatakan, kalimat yang dipakai Prabowo untuk menunjukkan kekesalannya kepada para pengamat yang kerap mengkritik pemerintahannya seperti seorang preman. Khozinudin mengaku kaget dengan kata-kata itu. Tak seharusnya kepala negara membalas kritik para pengamat dengan diksi rendahan seperti itu.

"Miris. Seorang Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, di ruang publik mengeluarkan ujaran preman,” kata Khozinudin.

“Umpatan goblok, tak layak keluar dari mulut seorang Presiden," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Harta Karun dari Proyek Ini: Nilainya Bisa Meledak Jadi US$16 Miliar

Khozinudin mengatakan, umpatan seperti itu bukan baru pertama kali dilontarkan Prabowo di ruang publik. Dalam berbagai pidatonya ia kerap membalas kritik publik dengan kata-kata kasar seperti ‘Ndasmu’ ‘bajingan’ hingga londo ireng. Khozinudin meminta supaya Prabowo bisa memperbaiki cara komunikasi publiknya.