Mengalami kesulitan untuk tidur (insomnia), sering terbangun di tengah malam, atau terbangun dengan kondisi tubuh yang masih lelah tentu sangat mengganggu produktivitas harian.
Di tengah makin populernya berbagai suplemen kesehatan, magnesium kini menjadi salah satu opsi alami yang banyak dilirik untuk membantu memperbaiki kualitas dan durasi tidur.
Lantas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja suplemen mineral ini di dalam tubuh kita? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, seperti dilansir dari laman Health, Minggu (26/7/2026).
1. Menenangkan Sistem Saraf Pusat
Magnesium membantu menenangkan otak dan sumsum tulang belakang dengan cara meningkatkan kadar gamma-aminobutyric acid (GABA), senyawa kimia di otak yang memberikan efek relaksasi alami dan menenangkan pikiran yang terdistraksi.
2. Membantu Merangsang Hormon Melatonin
Kekurangan (defisiensi) magnesium dapat mengganggu siklus tidur alami. Mineral ini berperan penting dalam mengatur produksi melatonin, yaitu hormon utama yang mengontrol ritme sirkadian (sleep-wake cycle) tubuhmu.
Baca Juga: Ini 3 Metode Meditasi untuk Atasi Insomnia dan Tingkatkan Kualitas Tidur
3. Meringankan Gejala Restless Leg Syndrome (RLS)
Restless Leg Syndrome adalah gangguan saraf yang menimbulkan sensasi menjalar, gatal, atau seperti merayap pada kaki saat berbaring. Kebutuhan magnesium yang terpenuhi membantu merelaksasi otot sehingga mengurangi dorongan untuk terus menggerakkan kaki menjelang tidur.
4. Meredakan Kecemasan (Anxiety) dan Gejala Depresi
Defisiensi magnesium sering dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan, rasa gelisah, dan mudah marah. Dengan meredakan tingkat stres emosional, tubuh jadi jauh lebih siap untuk memasuki fase tidur pulas.
Aturan Dosis dan Waktu Terbaik untuk Mengonsumsinya
-
Waktu Terbaik: Konsumsilah suplemen magnesium sekitar 1 jam sebelum tidur secara rutin di jam yang sama setiap malam.
-
Kebutuhan Harian Alami (AKG):
-
Wanita Dewasa: ~310 mg / hari (350–400 mg saat hamil).
-
Pria Dewasa: ~400 mg / hari.
-
Selain dari suplemen, kamu juga bisa memenuhi kebutuhan magnesium secara alami melalui makanan utuh seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, produk kedelai, daging, ikan, dan buah-buahan.
Mengonsumsi suplemen magnesium dalam dosis yang tepat umumnya aman bagi tubuh. Namun, asupan berlebihan dapat memicu efek samping pencernaan seperti kram perut, diare, mual, hingga penurunan tekanan darah secara mendadak.
Jika kamu mengalami gangguan tidur kronis yang tak kunjung membaik, sedang hamil, atau memiliki riwayat gangguan ginjal, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis atau ahli medis sebelum mulai mengonsumsi suplemen harian.